-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kades Curug Jelaskan Terkait Permasalahan Tanah Diwilayahnya

    dmin
    , March 18, 2022 WIB
    Foto: ilustrasi

    KAB. BOGOR, WWB.co.id - Kepala Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, H. Edi Mulyadi menjelaskan permasalah tanah  antara Feronia Keysia dan Irwanto bermula dari 2017.

    "Datang kesini minta untuk ditengahi, karena dia (Feronia) ada masalah dengan ibu Widia terkait hutang piutang. Singkat cerita, karena ibu Feronia ini ingin cepat sehingga diambilah aset dan setelah itu jadilah jual beli," jelasnya didamping Sekdes Selasa (15/3/22).

    Aset itu, lanjutnya, didapat dari kakaknya Irwanto, dan saya meminta staf saya dan sekdes untuk mengecek dulu. Sebelum terjadi peralihan dan lain sebagainya dicek dulu fisik-nya, menurut keterangan-keterangan tidak ada masalah dan kita proses dengan AJB-nya dibawa oleh pemohon bahkan waktu itu saya pernah tolak karena disini kan rawan. Tetapi dia (Irwanto) bilang tidak ada masalah, karena keterangan dari sekdes kuat dan staf saya dilapangan tidak ada masalah. Akhirnya pak Irwanto membuat pernyataan ketika ada masalah yang menyangkut hukum dia siap bertanggung jawab tanpa melibatkan pihak lain," tutur H. Edi Mulyadi.

    Permasalahan Tanah di Desa Curug Gunung Sindur akan Dimeja Hijaukan → https://www.wwb.co.id/2022/03/permasalahan-tanah-di-desa-curug-gunung.html

    Dirinya merasa curiga karena ditanah tersebut banyak sekali permasalahan yang muncul. "Kita minta pak Irwanto nanti kalau banyak masalah yang muncul pak Irwanto harus siap. Hingga dibuatkanlah pernyataan," imbuh H Edi sembari menunjukkan bukti pernyataannya.

    Kemudian, kata H. Edi, lanjut lah proses jatuh kepada AJB dimana tanah sudah kita telusuri sesuai keterangan para pihak. Ya' kita yang  namanya pelayanan kan berjalan, apalagi ini sudah di notaris-kan, ya' sudah kita jalankan. Nah, tiba-tiba datang lah pengacara ke pak Sekdes. Karena waktu itu kita krusial adanya Covid akhirnya kita minta waktu untuk fasilitasi mediasi karena ini muncul dugaan dipelotingan orang (Overlapping) berati desa kan harus memfasilitasi mediasi. Karena Pengacara ini tidak mau lambat (sabar) akhirnya laporlah kepengadilan dan saya dapat undangan juga terkait dengan terbitnya AJB.

    Ia mengaku belum komunikasi lagi dengan Notasi/PPAT untuk menyikapi hal tersebut. "Intinya kemarin saya undang Irwanto untuk memberikan keterangan kenapa ini bisa sampai terjadi, padahal kita sudah percaya penuh. Dan, sebenarnya kita sudah sangat hati-hati disini. Bahkan pada saat pengecekan pun saya sama staf saya sudah wanti-wanti jangan sampai kena tanah orang karena disitu rawan banget," papar Kades sembari menunjukan bukti-bukti berkasnya.

    Sebelum proses, pihaknya sudah mengecek lokasi tersebut dan meminta keterangan dari RT, RW setempat. "Ketika melakukan plotingan terjadi masalah muncul nama H. Toni Mansur, dia (Toni Mansur-red) adalah Suami Teh Wida atau adik iparnya Irwanto. dan kemarin saya undang kemudian datang dia (Irwanto-red) saya minta ini harus diklarifikasi kepada ibu Feronia jangan sampai berlarut-larut menjadi masalah yang berkembang," pintanya.

    Sebetulnya, kalau saja masalah ini terbuka dan jujur semua tidak akan seperti ini. "Sekarang dia sedang di Notaris/PPAT tadi saya telpon, untuk memperbaiki AJB ini, kemudian mengklarifikasi kebenaran ploting ini. Irwanto saat ini sedang di Notaris/PPAT untuk klarifikasi kebenaran overlp ini supaya ibu Feronia tidak ada terkait dengan hak orang," ujarnya.

    Ini Keterangan PPAT Terkait Permasalahan Tanah di Desa Curug Gunung Sindur → https://www.wwb.co.id/2022/03/ini-keterangan-ppat-terkait.html

    Kades berharap kejadian tesebut dilakukan musyawarah terlebih dahulu ketimbang langsung dibawa kepengadilan. "Karena Alhamdulillah beberapa masalah bisa diselesaikan secara mediasi. Artinya kalau ada masalah kita perbaiki bareng-bareng, bahkan apabila ada berkas selalu kami pelajari dulu. Karena pertanahan ini ada dititik yang sangat riskan," ungkapnya.

    Padahal pihaknya sudah sangat percaya agar urusannya cepat selesai dengan jaminan tanah yang dikuasi oleh Feronia. "Artinya sekarang kan, kalau berbicara kasar, mohon maaf. "merasa tertipu kami juga tertipu" karena datanya tidak benar, diberikan data ternyata tidak benar. Bahkan kami sudah mengecek dan berusaha bekerja maksimal," tegasnya.

    "Disini pelajaran buat kami, padahal sudah bekerja sedetail mungkin akan tetapi masih tetap kecolongan," sambung Kades.

    Dirinya mengakui bahwa, sertifikat tersebut dibuat di masa saat Kepala Desa sebelumnya. "Itu dibuat pada tahun 2016 buka masa saya menjabat, jadi saya tidak tahu persis riwayat tersebut. Kita kurang teliti waktu itu kenapa tidak mengarahkan ploting dulu sebelum serah terima kepada ibu Feronia," kata H Edi.

    Memang seharusnya, lanjut dia, pihak penjual lah mengajukan untuk diploting dan Desa hanya memfasilitasi saja. "Saya sudah tekankan kepada pak Irwanto untuk secepatnya diselesaikan dalam jangka satu Minggu ini, jangan sampai nanti ketemu di panggilan sidang. Dalam hal ini kami juga menghargai keputusan ibu Feronia dan hak hukumnya," ucap H Edi.

    Ketika ditanya pandangan dari Kuasa Hukum Feronia yang nilai Desa terkesan lalai. Kades mengaku bahwa dirinya sudah bekerja maksimal. "Kalau dibilang lalai dengan sistem yang ada kami juga berhak untuk menggali. Darimana buktinya.? kami minta statement-nya, kami minta untuk cek fisik, dan itu tadi hanya kami kurang ploting saja, kami bekerja dengan maksimal," kata H Edi.


    Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger, Irwanto belum memberikan keterangan apapun terkait permasalahan tersebut. (Gan/Rn)
    Komentar

    Tampilkan