-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ini Keterangan PPAT Terkait Permasalahan Tanah di Desa Curug Gunung Sindur

    dmin
    , March 18, 2022 WIB
    Foto: ilustrasi

    KAB.BOGOR, WWB.co.id - Staf Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Aden Dahri, H. Widodo menjelaskan kornologis pembuatan Akta Jual Beli antar Feronia Keysia dengan  Irwanto. Menurutnya, saat itu, ada perwakilan PPAT yang mengumpulkan berkas namanya Roni (Alm) untuk wilayah Parung.

    "Kalau urutanya memang seperti AJB-AJB  yang lain, itu memang pembeli dan penjual tidak ketemu dengan pak PPAT tapi dalam hal ini PPAT diwakili oleh pak Roni (Alm) tersebut ketika pemberkasan mulai dari riwayat tanah, C Desa dan lain-lain dipandu oleh Alm ketemu langsung Kepala Desanya setelah itu dinaikan ke AJB," kata staf PPAT yang akrab disapa H. Dodo ini. Senin, (14/3/22).

    AJB ini, lanjut dia, redaksionalnya diketik di rumah Alm oleh putranya. Ketika dinaikan kemeja PPAT untuk tahap pengesahan dengan asumsi percaya kepada pak Roni tadi disahkan saja AJB-nya dengan BPHTB yang nol rupiah dan PPH bayar sesuai kewajiban penjualnya.

    Belakang hari, sipembeli atas nama Feronia mengajukan sertifikat atas tanah yang dibelinya 200 M itu. Ternyata di Badan Pertanahan (BPN) setelah melakukan pengukuran ada didalam bidang sertifikat seluas 2300 M atas nama Toni Mansyur.

    "Dari kekecewaan itu, ibu Feronia ini datang ke kami. tapi mencari alamat kami tidak ketemu, yang notabene alamat kami di Jalan Raya Puncak (sesuai alamat AJB), disitu nanya-naya juga tidak ketemu dan tidak sampai kesini. Dan, lalu mengadu ke Kantor Hukum yang di pimpin oleh pak Bambang itu," tutur H. Dodo.

    Permasalahan Tanah di Desa Curug Gunung Sindur akan Dimeja Hijaukan → https://www.wwb.co.id/2022/03/permasalahan-tanah-di-desa-curug-gunung.html

    Kemudian, ditindaklanjuti oleh Bambang dan rekan-rekan hingga seperti sekarang ini. "Ketika kami mendapatkan teguran dari pak Bambang, kami langsung konfirmasi. Pertama kepak Roni-nya karena sudah Alm, kami konfirmasi ke Diana anaknya. Oleh Diana dipanggillah Irwanto tersebut termasuk yang membantu teknis hingga Sekretaris Desa (Sekdes) karena pada waktu itu pak Irwanto tidak ketemu Kades ditipkan berkas tersebut untuk ditandatangi oleh kades sebagi saksi.

    Setelah diberitahukan kami mendapatkan teguran dari kantor hukum pak Irwanto kaget, karena disitu dibilang AJB tersebut diasumsikan tandatangannya palsu," ucap H. Dodo yang mendapat informasi dari PPAT usai dipanggil ikantan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Bogor.

    Setelah dirinya membantu mengumpulkan data dibawah terbukti bahwa yang namanya Toni Mansyur itu adik iparnya Irwanto. "Jadi adik iparnya sipenjual. Tanah 2300 M itu awalnya 9000 M merupakan tanah hibah dari pamannya kepada pak Irwanto. Yang 6000 sudah saya jual kepada orang lain dan yang 3000 itu masih girik dan belum pernah menjual kepada siapapun juga. Kalau toh ternyata sudah ada sertifikat atas nama Toni Mansur itu diluar sepengetahuan saya," terang Dodo menurut keterangan Irwanto.

    Dirinya menyarankan, untu segera menghubungi Toni Mansyur. "Karena kebetulan sebagi adik iparnya, dan saya sudah bekali pak Irwanto, kalau tidak bisa membuktikan tanah tersebut adalah miliknya harus memenuhi tuntutan dari ibu Feronia sebagai pembeli termasuk pak Aden dan BPN itu ikut tergugat," imbuh H. Dodo.

    Hasilnya, kata H. Dodo, Toni Mansyur itu menyatakan bahwa tidak memiliki tanah tersebut dan siap mengembalikan sertifikat tersebut kepada Irwanto. "Yang saya sesalkan pak Irwanto ini hanya pegang surat pernyataan yang menyatakan seperti itu tadi sendirian. Padahal saya sudah arahkan kalau sudah ketemu dengan pak Toni Mansur bawa kekantor desa supaya ketika membuat peryataan bukan pak Irwanto saja tetapi ada lembaga yang ikut mengetahui sehingga kedepannya bisa dipakai landasan hukum,"  lanjutnya.

    Kades Curug Jelaskan Terkait Permasalahan Tanah Diwilayahnya → https://www.wwb.co.id/2022/03/kades-curug-jelaskan-terkait.html


    Secara kebetulan, kata H. Dodo, menurut Irwano Kepala Desa kalau ditemui selalu beralasan tidak sehat. "Sementara sebelumnya memang Kades ini sudah ditemui oleh pak Bambang mungkin kaitannya dengan konfirmasi dan lain-lain," katanya.

    Dalam hal ini, masih kata H. Dodo, yang mengajukan AJB tersebut bukanlah Feronia melainkan Irwanto sendiri, sebagai penjual. "Kornologis awalnya bukan ibu Feronianya yang datang menemui Alm tapi pak Irwanto yang datang ke Alm dan bilang mau bikin AJB jual tanah kepada ibu Feronia," terangnya.

    Awalnya, Feronia itu bukan beli tanah tersebut, tetapi pembayaran hutang dari adiknya pak Irwanto. "Jadi di bayar dengan AJB (objek tanah 200 M) tersebut," kata H. Dodo.

    Dalam hal ini, dirinya menegaskan, tidak ada pemalsuan baik AJB ataupun surat-surat pendukung yang dikeluarkan oleh pihak Desa.  "Semua yang diragukan itu benar semua bahwa tandatangan kepal desa benar dan AJBnya benar semua tidak ada pemalsuan," tegas H. Dodo.

    Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp messenger, Irwanto belum memberikan keterangan apapun terkait permasalahan tersebut. (Gan/Rn)
    Komentar

    Tampilkan