-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    KPM di Sukamakmur Mengaku Kartu KKS-nya di Kolektif Ketua Kelompok PKH

    dmin
    , December 03, 2021 WIB

    KAB.BOGOR, WWB.co.id - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor diduga di kolektif oleh Ketua Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga oknum RT setempat. 

    Hal itu diungkapkan Keluarga Penerima Bantuan BPNT, WT (36) Warga RT03, di Kampung Cibadak, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. WT mengaku saat pencairan BPNT Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) miliknya itu diserahkan ke Ketua Kelompok PKH yang ada di kampungnya. 

    "Karena saya engga ngerti, jadi KKS-nya saya serahkan ke Ketua Kelompok PKH Ibu Siti Maesaroh dan itu pun bukan saya doang, banyak yang lain juga ke Ketua Kelompok PKH. Sekarang KKS-nya masih di beliau," ungkap WT saat di konfirmasi wartawan, (16/11/21).

    Usai diserahkan KKS-nya, lajut WT, maka satu hari kemudian baru paket sembakonya diterima. "Jadi, paketnya itu besoknya," imbuhnya. 

    Ia mengaku, paket yang diterimanya itu berupa beras 10 kg, kemudian kacang tanah, buah pir dan telur 25 biji. "Itu sih isi paketnya," ucapnya. 

    Ditempat yang sama, Istri dari Ketua RT02 Iyun menyampaikan bahwa di wilayahnya itu tidak ada agen maupun e-warong, sehingga saat bantuan pemerintah itu turun paket  sembako dari agen di kirim ke rumah RT dan juga ke Ketua Kelompok PKH. 

    "Kalau yang dari Mandiri itu ke Pak RT dan jumlahnya engga banyak cuma 10 orang, yang banyaknya ke PKH. Jadi paket untuk program BPNT itu lebih banyak ke PKH, penyalurannya di sana," katanya.

    Lanjut dia, usai menyalurkan paket BPNT pihaknya berdalih tidak memungut biaya. Hanya saja, para KPM ini suka memberi sejumlah uang sebesar Rp 10 sampai Rp 15 ribu. 

    "Di sini kan belum ada agen, jadi ketika barang datang kan harus ada biaya operasional, kita sampaikan ke para KPM untuk biayanya. Jadi ada yang ngasih Rp 10 ribu dan paling besar Rp 15 ribu," terangnya. (Gan)
    Komentar

    Tampilkan