-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Koridor Bubulak - Cidangiang - Ciawi Beroperasi, 49 Biskita Trans Pakuan Gantikan 147 Angkot

    dmin
    , December 15, 2021 WIB

    KOTA BOGOR,WWB.co.id - Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan beroprasinya dua koridor baru Biskita Trans Pakuan di Shelter Cidangiang, Rabu (15/12/2021). Koridor 1 dan 2 tersebut melayani rute Terminal Bubulak - Cidangiang (Botani Square) dan Terminal Bubulak - Ciawi.

    "Ada tambahan 28 bus baru yang beroperasi, terdiri dari 15 unit di koridor 1 dan 13 unit di koridor 2 . Ini dua koridor yang masuk merambah pusat kota, Insya Allah melayani lebih banyak lagi warga sampai daerah Bogor Selatan dan Bogor Timur. Menyusul koridor lainnya," ungkap Bima Arya. 

    Koridor 1 akan memulai keberangkatan dari Terminal Bubulak dan melintasi Jl. KH. Abdullah Bin Nuh - Jl. Sholeh Iskandar - Jl. KS Tubun - Jl. Raya Pajajaran - Baranangsiang (Transfer Point Cidangiang/Botani Square). 

    Untuk jalur kepulangan melintasi Cidangiang - Jl. Cikabuyutan - U Turn Tol Jagorawi - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Otto Iskandardinata - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Jalak Harupat - Jl. Salak - Jl. Raya Pajajaran - Jl. KS Tubun - Jl. Sholeh Iskandar - Jl. KH. Abdullah Bin Nuh - Terminal Bubulak.

    Sementara koridor 2 akan dimulai di Terminal Bubulak lalu melintas Jl. KH. Abdullah Bin Nuh - Jl. Letjen Ibrahim Adjie - Jl. Raya Gunung Batu - Jl. Veteran - Jl. Perintis Kemerdekaan - Jl. Gatot Subroto - Jl. Merdeka - Jl. Kapten Muslihat - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Jalak Harupat - Jl. Raya Pajajaran - Baranangsiang (Cidangiang) - Jl. Cikabuyutan - U Turn Tol Jagorawi - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Raya Tajur - Ciawi.

    Rute sebaliknya melintasi Ciawi - Jl. Raya Tajur - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Otto Iskandardinata - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Kapten Muslihat - Jl. Veteran - Jl. Raya Gunung Batu - Jl. Letjen Ibrahim Adjie - Jl. KH. Abdulah Bin Nuh - Terminal Bubulak.

    Untuk titik pemberhentian atau shelter selengkapnya bisa dilihat di akun Instagram @pemkotbogor, @dishubkotabogor atau @biskita.id.

    "Untuk warga Bogor silahkan menikmati, masih gratis. Kalau ditanya sampai kapan? Sampai ada keputusan lebih lanjut, tapi kalau pun bayar nantinya Insya Allah sangat bersahabat," ujar Bima.

    Bima juga bercerita terkait animo warga terhadap kehadiran Biskita Transpakuan kerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan ini.  

    "Sampai hari ini, saya banyak sekali menerima informasi antusiasme warga. Bahkan ada yang lapor, 'Pak Wali, tolong ibu saya diingatkan sudah berhari-hari muter. Keasikan naik bis yang nyaman muter-muter Bogor.' Memang banyak ibu-ibu yang naik kalau ditanya jawabnya tidak tahu ke mana saja, yang penting gratis," ceritanya.

    Dengan hadirnya 4 koridor dengan 49 bus, kata Bima, berhasil mengurangi jumlah angkot di Kota Bogor sebanyak 147 unit angkot. "Insya Allah kita rawat bersama, jaga bersama. Tahun depan mudah-mudahan bisa bertambah lagi. Dengan konsorsium yang ada, PDJT, Lorena, Kodjari dan semuanya. Terimakasih juga kepada BPTJ kemenhub," katanya.

    Sementara itu, Dirut PDJT Kota Bogor Lies Permana Lestari mengungkapkan, dengan diluncurkan koridor 1 dan koridor 2, menggenapkan dua koridor yang sebelumnya telah diluncurkan. 

    "Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan koridor 1 dan koridor 2. Mudah-mudahan tambah meningkatkan kualitas transportasi di Kota Bogor dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Lies. 

    "Insya Allah nanti tahun depan akan ada dua koridor lagi, tapi kami menunggu koordinasi dengan BPTJ. Termasuk penambahan 26 unit bus lagi. Tarif belum, masih ujicoba. Sembari menunggu pembahasan lebih lanjut. Masyarakat silahkan menikmati ini secara gratis sampai nanti ada pembahasan selanjutnya. Kami mengajak masyarakat untuk ikut merasakan layanan Biskita yang tentunya lebih nyaman," pungkasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, hadir peresmian koridor baru Biskita Trans Pakuan dari Koalisi Pejalan Kaki Bogor, Paguyuban MC, perwakilan Forkopimda, Dishub Jawa Barat, konsorsium Kodjari serta Lorena. (***)
    Komentar

    Tampilkan