-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    KPM Program Sembako di Bogor Minta Para Oknum Ditindak Tegas

    dmin
    , November 02, 2021 WIB



    KAB.BOGOR,WWB.co.id - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau Bantuan Sembako minta Pemerintah khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, menertibkan Oknum-oknum yang merugikan masyarakat dan memberikan tindakan tegas.


    "Saya berharap okum-oknum diberi peringatan bila perlu ditindak atau diberi sanksi atas perbuatannya," ungkap salah satu KPM Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor kepada sejumlah awak media, Senin (1/11/21).

    YN mengaku, mendapat bantuan tidak sesuai dengan nominal uang (saldo) yang ada didalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). "Dari total struk yang saya terima itu nominal-nya 1.400.000,-, seharusnya mendapat 7 paket sekaligus. Namun, saya hanya menerima barang yakni, beras 10 Kg enam karung, telur enam paket dengan jumlah berbeda-beda, buah pear-nya 5 paket isi tiga buah, sama kentang-nya 8 ons lima kantong," tuturnya.



    Ia menjelaskan, KKS-nya tersebut diminta oleh pihak pengurus (oknum) setempat kepada suaminya, karena ketidak tahuan akhirnya kartu tersebut diserahkan kepada oknum tersebut. "Saya tahu seharunya dapat 7 paket itu dari struk dan tetangga, serta ada warga posting di facebook group warga Desa Semplak Barat rame," jelasnya.

    Selama ini, lanjutnya, dirinya tidak pernah menanyakan hal tersebut. "Saya tidak menanyakan hal itu, tapi ada tetangga saya nanya kepada oknum katanya yang satunya lagi dibagikan kepada keluarga yang tidak dapat. Namun saya tidak tahu membagikan-nya kemana, karena tetangga saya yang tidak dapat juga tidak kebagian," terang YN.

    Sementara itu, WN yang juga KPM Program Sembako mengaku mendapatkan haknya 7 paket. Akan tetapi, kata dia, apa yang didapatkan-nya itu tidak sesuai dengan pembelanjaan diperolehnya. "Saya dapat beras 7 karung, kentang satu bungkus-nya 3 biji dapat 7, kacang ijo-nya 1/4, buah, dan ada ayamnya, kalo ditotal-total jumlahnya tidak nyampe 1.400.000," ungkap WN yang mengaku mencairkan bantuannya itu melalui RT setempat.

    Ia beralasan, kenapa KKS diserahkan ke RT. Karena pihak pengurus sudah memegang kartu tersebut banyak, disamping itu, dirinya juga tidak mengetahui mekanisme program tersebut. "Saya gak paham lagian tidak ada sosialisasi sebelumnya, makanya saya ikut aja," ungkap WN. (Gan)
    Komentar

    Tampilkan