-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    BEM PTM Zona 3 Gelar Konferensi Pers dengan Tajuk " Mengecam Keras Mafia PCR di Indonesia"

    dmin
    , November 04, 2021 WIB

    TANGGERANG, WWB.co.id - Badan eksekutif mahasiswa (BEM) PTM Zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten Kolabrasi dengan beberapa BEM di Tanggerang menggelar konferensi pers  dengan Tajuk " Mengecam keras Mafia PCR di Indonesia"


    Hendi selaku Presidium Nasional BEM g Zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, salah satu perwakilan BEM  pada konferensi pers mengatakan, Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan baru mengatur ketentuan perjalanan dalam negeri semasa pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

    Kebijakan baru ini, kata dia, buntut permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat terbatas, Senin (25/10/2021). Kini, harga pemeriksaan screening virus corona menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) telah turun. Pun dengan masa berlaku tes RT-PCR yang digunakan sebagai syarat dalam berbagai moda transportasi di Indonesia. Aroma adanya permainan dalam kebijakan wajib PCR untuk penumpang pesawat semakin terasa.


    Setelah pemerintah, lanjutnya, dalam memberlakukan Kebijakanya syarat melakukan perjalan pada moda transportasi apapun harus menggunakan tes PCR.

    Apalagi, kata dia, dari kebijakan pemerintah ini perihal harga PCR berubah-ubah dari kisaran 1 jutaan keatas. Setelah itu, pada Oktober 2020, pemerintah mengontrol harga PCR menjadi Rp 900.000. Sepuluh bulan kemudian harga PCR kembali turun menjadi Rp 495.000-Rp 525.000, akibat kritik dari masyarakat yang membandingkan biaya tes di Indonesia dengan India dan Terakhir, 27 Oktober lalu pemerintah menurunkan harga menjadi Rp 275.000-Rp 300.000," ucap Hendi sampai sekarang turun ke harga 250.000 tentu hal ini menjadi persoalan yang fundamental harus di tegaskan pemerintah agar tidak terlalu membebani Rakyat.

    Hal ini, sambung dia, tentu membuat Masyarakat bingung dan tercengang ketika mengetahui persoalan PCR di Indonesia seakan-akan di obok-obok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab maka dari itu kami BEM PTM Zona 3 Mendesak Presiden Joko Widodo untuk menindak dan turut andil kepada persoalan ini apalagi diduga 2 menterinya terlibat pada bisinis PCR ini, papar Hendi.


    Adapun pernyataan sikap dari hasil kajian-kajian yang telah kami rangkum di antaranya

    1. Meminta Luhut Binsar Panjaitan mengembalikan uang rakyat yang di duga di Raup dari keuntungan PCR

    2. Meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mengaudit uang rakyat kepada Semua PT yang terlibat Karena di duga merugikan uang rakyat


    3. Mendesak pemerintah Indonesia agar segera Stop Mafia PCR yang diduga telah membodohi rakyat

    4. Meminta Presiden Joko Widodo Tegas dalam pengambilan sikap terkait pejabat yang terlibat merugikan Rakyat

    5. Meminta pemerintah tidak main-main terhadap kemaslahatan Rakyat Indonesia



    Sumber : BEM PTM Zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten
    Komentar

    Tampilkan