-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Anak Usia 14 Tahun Ini Jadi Pembicara di Plastic Health Summit

    dmin
    , November 27, 2021 WIB

    GRESIK, WWB.co.id - Aeshnina Azzahra Aqilani, anak perempuan asal Gresik, Jawa Timur, memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap lingkungan, khususnya sampah plastik. 

    Kepedulian terhadap lingkungan memang tidak dapat diukur dari usia. Hal itu dibuktikan oleh anak yang kini baru berusia 14 tahun ini, sehingga mendapat undangan dari Plastic Soup Foundation untuk menjadi pembicara di Plastic Health Summit di Amsterdam. 

    Di acara itu, Aeshnina berbagi pengetahuan dan keresahannya perihal sampah plastik di Indonesia. Ia membahas mengenai waste trade. Banyak negara maju yang menyelundupkan sampahnya dan mengirimnya ke Indonesia secara ilegal.

    Hal itu, kata dia, tentunya membuat alam Indonesia semakin tercemar. Fakta tersebut nyatanya belum banyak diketahui oleh para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

    "Ternyata banyak audience yang baru tahu kalau sampah-sampah mereka dibuang ke negara berkembang, bahkan ada yang sampai nangis ketika mendengarkan fakta tersebut," ungkap anak perempuan yang akrab disapa Nina ini, seperti di kutip dari POPMAMA.COM.

    Selain menjadi pembicara, di sana Nina pun diberi kesempatan untuk melihat pabrik daur ulang plastik (Plastic Recycling Center) satu-satunya di Amsterdam dan bertemu para peneliti hebat.

    Nina mengungkapkan, sampah plastik yang ada di pabrik daur ulang tersebut hanya 60% dari total keseluruhan sampah. 

    "Di sini mereka hanya mampu mengolah 80 persen sampah. Dan untuk mencuci sampah plastiknya harus pakai air. Waktu saya tanya airnya dibuang kemana, katanya mereka punya pengolahan air juga tapi sama saja limbah dari daur ulang itu luar biasa banyak. Untuk membuat produk yang baru harus pakai 50 persen biji plastik baru dengan mesin canggih," jelas Nina. 

    Tak hanya itu, selama di sana, Nina pun mengaku memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak peneliti yang meneliti mikroplastik di plasenta. 

    "Tiga minggu di Amsterdam dan 1 minggu di UK tentu banyak pengalaman dan ilmu baru. Apalagi saya bertemu peneliti yang meneliti mikroplastik di plasenta, di darah, di buah, dan dampak mikroplastik pada manusia. Saya juga mengajak warga Belanda untuk mengurangi plastik sekali pakai," tutur Nina.

    Nina mengaku, kepedulian terhadap lingkungan sudah ditanamkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil.

    "Dari kecil saya selalu diajarkan untuk mengurangi plastik sekali pakai. Kami jarang makan jajanan snack multilayer, hanya makan-makanan alami dan tidak berbungkus plastik sekali pakai. Kalau memang kami terpaksa banget beli, sampahnya kami kirim ke TPS yang sudah disediakan," jelas Nina. 

    Ia juga mengaku kedua orang tuanya mengajarkan hal itu karena menyadari jumlah limbah plastik di bumi terus bertambah dan tidak semuanya diolah dengan benar sehingga berpotensi membahayakan kesehatan. 


    Pada tahun 2020, Indonesia menduduki posisi ketiga penghasil sampah plastik terbanyak di dunia. Menurut data yang dilansir dari laman Indonesia.go.id, di tahun 2020 Indonesia menghasilkan sampah plastik sebanyak 67,8 juta Ton atau 185.753 Ton per hari. 

    Walau demikian, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak peduli tentang hal itu dan menggunakan plastik secara berlebihan. 

    Di sisi lain, Indonesia belum memiliki fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah yang memadai. Sehingga sampah plastik tersebut akhirnya mencemarkan lingkungan. 

    Maka dari itu, Nina berusaha mengampanyekan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan sampah sekali pakai. 

    Nina percaya bahwa anak muda saat ini memiliki banyak inovasi yang mampu memperbaiki masalah sampah di Indonesia. 

    "Semua anak di Indonesia mempunyai hak untuk hidup di lingkungan yang bersih, sehat, dan tidak tercemar. Untuk itu, kita sebagai anak muda harus berani bersuara atas hak kita dan generasi sekarang tidak boleh merampas hak kita. Bantu kami semua untuk hidup di masa depan yang lebih cerah," harapnya. 


    (Gan)
    Komentar

    Tampilkan