-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wawasan Kebangsaan Bukan Hanya Ideologi Radikalisme

    dmin
    , October 05, 2021 WIB

    KOTA BOGOR, WWB.co.id - Wawasan kebangsaan bukan hanya terkait ideologi radikalisme, terorisme, anarkisme. Namun bagaimana cara agar masyarakat tahu tentang kesehatan dirinya hingga mengubah pola konsumsi hidupnya, sehingga diharapkan kuat dan bisa menghadapi semua tantangan.


    Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Senin (4/10/2021) ketika menjadi salah satu narasumber dalam pelatihan penyuluh Wawasan Kebangsaan disalah satu hotel di Kecamatan Bogor Selatan.


    Yang namanya pertahanan nasional, kata Dedie, itu dimulai dari kesehatan warganya. Memberikan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan bisa dimulai dari hal-hal yang kecil, salah satunya tentang konsumsi bahan makanan yang bergizi, tidak harus mewah tapi yang utama itu bergizi.


    Ia menjelaskan hasil penelitian yang dilakukan Balitbangkes Kemenkes RI terkait kesehatan warga Kota Bogor secara kohort, yang dilakukan secara berturut-turut selama 5 tahun bagi balita dan orang dewasa.


    Hasilnya kata dia ada yang menarik, dari 2.000 warga Kota Bogor terdapat 800 warga yang meninggal akibat hipertensi, jantung, diabetes dan stroke. Ternyata penyebabnya adalah kurang mengkonsumsi buah dan sayur termasuk protein. Hal yang sama berlaku bagi para balita yang mengalami stunting ditambah sirkulasi udara di rumah yang bisa mempengaruhi kecerdasan. "Hasil ini mungkin terkesan bercanda, tetapi berdasarkan penelitian ini adalah fakta," tegas Dedie.



    Karena itu, perlu diambil langkah-langkah konkret dan teknis untuk membiasakan anak-anak dan warga pada umumnya untuk rutin mengkonsumsi sayur, buah dan protein. Sebab, jika tidak maka jumlah angka yang meninggal akan bertambah. Penyebab lainnya adalah kecenderungan obesitas.


    "Bagaimana mau berjuang mempertahankan NKRI jika ketika diserang saja kesulitan untuk berlari karena obesitas. Kadang warga kita, makan mie dicampur sangu (nasi) sama dengan karbohidrat sama dengan gula. Ini yang bahaya," lanjut Dedie.



    Selain hal tersebut Ia juga menegaskan, permasalahan ideologi bisa terbentuk karena antar sesama masyarakat tidak saling mengenal dan itu adalah tantangan ril yang ada di lapangan. Persoalan lain juga ada seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya di pelosok-pelosok sehingga mengakibatkan rasionalitasnya tidak berjalan, ditambah lagi gelombang gadget yang dahsyat. 


    "Karenanya persoalan sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat yang bisa dijadikan dasar bagi kader-kader penyuluh dalam memberikan pemahaman wawasan kebangsaan," paparnya. 


    Menurutnya salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan banyak belajar, berinteraksi, berkenalan dan berkegiatan positif. Hal ini dapat mengurangi tingkat tumbuhnya radikalisme dan ideologi ekstrim.


    "Kontrol sosial yang dilakukan jangan hanya sebatas lisan, tetapi harus diimbangi dengan pemantauan dalam ikhtiarnya menyadarkan warga, khususnya para orang tua agar anak-anaknya tidak terjerumus kedalam persoalan narkotika, ideologi," punkasnya. (***)

    Editor : Gandi
    Komentar

    Tampilkan