-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tak Mau Kecewakan Pasien, RSUD Cibinong Punya Intalasi Khusus

    dmin
    , October 07, 2021 WIB

    KAB.BOGOR,WWB.co.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, tengah mempersiapkan instalasi forensik khusus untuk menangani pasien visum et repertum.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cibinong Bogor, Fusia Meidiawaty saat menerima udiensi Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Bogor Raya sekaligus memberikan hak jawab terkait dugaan adanya penolakan pasien visum di Ruangan Direktur RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor. Kamis, (07/10/21).


    Tertanggal kemarin, sambungnya, surat izin dokter forensik sudah terbit. "Insya Allah hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Karena kami akan membentuk intalasi forensik, dan nanti yang akan bertanggung jawab visum ini adalah intalasi tersebut. Kita sedang menyusun alur, menyusun SDO, agar setiap pasien yang datang ke-kita  jam berapa pun bisa terlayani," tutur dr yang akrab disapa Uci ini.


    Dalam hal ini, kata dia, pihaknya langsung respon terkait problem customer (pasien), karena dirinya bertanggung jawab terkait pelayanan. "Begitu ada masukan ke-kami, kami langsung investigasi. artinya kita langsung mengumpulkan unit-unit terkait, pelaku-pelakunya pada hari itu juga," imbuhnya.

    Setelah dirinya menelusuri pemasalahan tersebut, lanjut dr. Uci, ternyata dimana pada posisi waktu itu pasien (RN) datang ke IGD di Triyase (IGD-red) ada tiga orang pasien kegawat daruratan. Dua orang diantaranya mengalami serangan jantung dan satu orang lagi ke-gawat daruratan paru. "Jadi istilah kita ada udara yang masuk kedalam paru-paru memang potensi ke-gawat kedaruratan cukup tinggi belum bisa dimasukan keruangan. Sehingga kondisi pada waktu itu dokter jaganya terfokus kepada penanganan pasien ke-gawat daruratan ini," tuturnya.


    Jadi, lanjutnya, begitu RN ini datang ke-IGD kemudian menyampaikan ini visum. "Dokter jaganya melihat secara kondisi umumnya teh RN ini dalam keadaan baik, stabil dan tidak ada ke-gawat daruratan. sehingga dokternya melihat kalau menangani pasien ke-gawat daruratan itu pasti lama, bahkan lebih lama, karena banyak tahapannya. Kemudian disarankan atau diminta datang keesokan harinya ke poli rawat jalan disana akan diperiksa oleh dokter umum," terangnya.

    Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta maaf. "Adapun bahasa atau pernyataan yang kemudian menyertai kanan kiri, kami mohon maaf karena memang mereka (di IGD) dalam keadaan menghadapi satu ke-gawat daruratan, kejar kejaran dengan nyawa, kondisi dan lain sebagainya. Mungkin ini membuat mereka mengeluarkan kata-kata tidak nyaman terhadap pasien," ucapnya.

    Padahal, masih kata dr. UCi, dalam hal ini pihaknya senantiasa mengingatkan jajaranya untuk bisa membedakan dan harus fokus kepada pasien bahkan mereka juga harus tepat bisa berkomunikasi dengan baik," imbunya.


    Senada disampaikan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, dr. Wahyu Eko Widiharso, Sp.OT. MARS mengucapkan permohonan maaf atas ketidak nyamanan terkait adanya dugaan penolakan pasien rujukan visum pada tanggal 23 September 2021 lalu.

    "Pada saat itu memang pasien lagi banyak dan ada dua orang pasien serangan jantung dan paru-paru membahayakan bahkan bisa sampai meninggal. Mungkin dia (dokter IGD) grogi bahkan stres, ada yang datang langsung diarahkan ke poli. Jadi kita bukan menolak tapi agak telat karena diarahkan ke poli," ungkap dr. Wahyu. (Gan)

    Komentar

    Tampilkan