-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hendak Konfirmasi RSUD Cibinong Seorang Wartawan Mengaku Mendapat Tekanan dari Oknum

    dmin
    , October 06, 2021 WIB

    KAB.BOGOR, WWB.co.id - Salah seorang wartawan mengku medapat tekanan dari salah seorang yang mengaku dari kalangan jurnalis di Kabupaten Bogor.


    Hal itu disampaikan Ketua SWI Bogor Raya, Yusuf Muliadi yang membenarkan adanya komunikasi dengan oknum yang mengaku dari kalangan jurnalis tersebut pada Selasa (05/10/21) kemarin.


    Baca juga : Pasien Rujukan Visum Ditolak RSUD Cibinong → https://www.wwb.co.id/2021/09/pasien-rujukan-visum-ditolak-rsud.html


    Yusuf menilai,  oknum mengaku kalangan jurnalis ini memproteksi pihaknya untuk meminta waktu mewawancarai direktur RSUD Cibinong. Bahkan, dirinya pun sempat mendapat teguran yang dinilai kurang etis dari oknum yang mengaku dari kalangan jurnalis ini," tuturnya kepada wwb.co.id di kantor Sekretariat SWI Bogor Raya, perum Bojong Depok Baru blok CU No 1 Sukahati Cibinong Kabupaten Bogor. Rabu, (16/10/21).

    Baca juga : Kanit PPA Polres Bogor Sayangkan Sikap RSUD Cibinong Tak Langsung Tangani Visum Korban KDRT → https://www.wwb.co.id/2021/09/kanit-ppa-polres-bogor-sayangkan-sikap.html

    Kemarin, sambungnya, sempat ada pesan WhatsApp ke saya, dimana bisa ketemu, pesannya ke saya. Dan saya jawab bahwa saya berada di kantor sekretariat SWI Bogor Raya," imbuh Yusuf.


    Kemudian, Yusuf menelpon melalui aplikasi WhatsApp tersebut karena ada pesan dari nomer yang belum dikenal dan adanya teguran yang dinilai kurang berkenan dari oknum itu, serta menanyakan alamat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dharma Keadilan Nusantara yang melayangkan somasi kepada RSUD.


    Baca juga : Polres Bogor Perlu Investigasi Penolakan Permintaan Visum → https://www.wwb.co.id/2021/09/polres-bogor-perlu-investigasi.html


    "Yah seperti yang dikatakan ke saya, 'Jangan begitulah, saya kan jadi gak enak, lagi juga ini bukan masalah besar, jadi gak usah terlalu dibesar-besarkan juga, itu kan bukan penolakan, karena diminta kembali keesokan harinya', dan juga dirinya mengatakan bahwa bekas memar tidak akan hilang," kata Yusuf menuturkan percakapan dengan oknum tersebut.


    Menurutnya, hal itu terjadi ketika pihaknya akan konfirmasi prihal adanya somasi yang dilayangkan LBH DKN kepada RSUD Cibinong pada tanggal 02 Oktober 2021 atas penolakan pasien visum korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berdasarkan surat bukti tanda laporan polisi dengan nomor surat B. 1406/IX/202/JBR/ Res/BGR tanggal 23 September 2021.


    Baca juga : Aktivis : Desak Dinkes Evaluasi Kinerja RSUD Cibinong atas Tindakan Penolakan Rujukan Visum → https://www.wwb.co.id/2021/09/aktivis-desak-dinkes-evaluasi-kinerja.html


    Guna menindak lanjuti peberitaan sebelumnya yakni, adanya penolakan visum di IGD RSUD Cibinong kepada korban KDRT (RN), yang diminta untuk kembali lagi esok harinya. "Saya mau minta alasan jelas apakah benar pihak RSUD waktu itu mengatakan sudah bukan jam kerja. Padahal, IGD Rumah Sakit sifatnya urgent yang tidak mengenal jam kerja, apalagi saat itu korban juga membawa surat permohonan visum dari polres Bogor," tegas Yusuf. (Gan)


    Sumber : Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Bogor Raya
    Komentar

    Tampilkan