-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Akan Tempuh Jalur Hukum, LBH DKN Anggap Permasalahan Belum Selesai

    dmin
    , October 10, 2021 WIB

    KAB. BOGOR, WWB.co.id - Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dharma Keadilan Nusantara (DKN) Bambang Dwi Hendrolukito, ST, SH menilai pernyataan maaf dari RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor kurang pas. Seharusnya pihak rumah sakit langsung meminta maaf kepada korban atau kuasa hukum korban.


    "Kami tidak mengetahui jelas hak jawab dari RSUD Cibinong. Jadi, menurut hemat kami kepada siapa RS itu meminta maaf.? Karena kami sebagai Kuasa Hukumnya belum menganggap masalah ini selesai," ucapnya ketika menemui wartawan, Jumat (8/10/21).


    "Seperti yang saya sampaikan, permintaan maaf itu gampang. Tapi pertanggungjawaban psikis korba seperti apa nanti.?," sambung Bambang menegaskan.


    Menurutnya, hal ini merespon ucapan dari Humas RSUD Cibinong Kabupaten Bogor yang menyatakan bahwa kasus ini sudah selesai dengan media pada saat dirinya mewakili LBH menemui pihak RSUD, pada hari Kamis, (9/01/21) kemarin. "Kasus ini sudah selesai pak dengan media bahkan untuk pemberitaan pun sudah tabayun," terang Bambang menirukan ucapan Humas RSUD.


    Selain itu, kata dia, ada beberapa poin dalam surat somasi yang tidak dijawab oleh pihak RSUD. Poin pertama ialah, tentang jam kerja rumah sakit yang berbicara jam 15. IGD itu ada jam dinasnya, sepengetahuan saya IGD-red itu tidak ada jam dinasnya.


    Yang kedua tentang oknum yang menolak visum tersebut karena tidak melihat sama sekali pengantar dari Kepolisian, kalau dilihat korban sehat memang sehat, yang kami perlukan adalah hasil visum luka yang diderita oleh korban tersebut.


    Yang ketiga somasi yang kami layangkan dan tidak dijawab oleh pihak RSUD, tentang keluhan dari pasien, bahwa saya sakit ditelinga kanan. Tidak patut dan tidak layak seorang dokter menjawab "Wajar kalau terkena Pukulan itu sakit" artinya disini poksi dokter dan tupoksi dokter itu apa.? Dan sudah menyalahi kode etik. Jadi menurut kami, dari somasi pun banyak hal-hal yang tidak diindahkan oleh pihak RSUD Cibinong," tutur Bambang.


    Baca juga : Tak Mau Kecewakan Pasien, RSUD Cibinong Punya Intalasi Khusus → https://www.wwb.co.id/2021/10/tak-mau-kecewakan-pasien-rsud-cibinong.html


    Dalam hal ini, masih kata Bambang, apa bila pihak RSUD Cibinong tidak ada respon kepada kami selaku kuasa hukum, kami akan melanjutkan perkara ini melalui jalur hukum," tegasnya.


    Pembina LBH DKN, Richard Angkuw, SH, MH. menambahkan, berdasarkan hak jawab yang dilayangkan oleh pihak RSUD Cibinong bahwa IGD ini sedang menangani pasien tingkat kedaruratannya tinggi. "Dan ini sebenarnya pernyataan petugas di IGD dan juga apa yang disampaikan oleh Dirut RSUD Cibinong bertolak belakang," ungkapnya.


    "Kalau kita lihat lagi kebelakang, apa sih arti IGD itu sendiri, sehingga dinyatakan bahwa jam 15 itu sudah tidak ada dokter. Kemudian seperti tadi Ketua LBH sampaikan itu wajar' memang itu wajar. Cuma yang saya sampaikan disini petugas di IGD itu tidak melihat sama sekali surat pengantar dari Kepolisian. Berati kan petugas di IGD ini mengabaikan surat dari Institusi Kepolisian, dan hal ini merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad)," tegas Richard.


    Surat dari Kepolisian ini, lanjut Ricky, panggilan Richard Angkuw, adalah surat-red dari institusi yang memberikan pengantar bahwa korban ini harus dilakukan visum dan itu tidak dilakukan. Nah ini sebenarnya yang amat disayangkan. Kemudian terkait juga dengan surat yang kami terima balasan dari RSUD Cibinong, bahwa ini sudah selesai, selesainya dimana, dan selesai dengan siapa?," tanya Ricky.


    Kalau pihak RSUD itu, melihat selesai dari sisi pemberitaan, ya silahkan dan sah-sah saja. Tapi dari sisi hukumnya kan belum selesai, ini yang seharusnya dilakukan pihak RSUD Cibinong itu mengundang kami pihak LBH DKN sebagai kuasa hukum RN yang melayangkan somasi tidak di undang. Ini yang saya sayangkan, perlu saya tekankan disini apa yang disampaikan di surat somasi dan jawaban dari RSUD Cibinong itu ternyata bertolak belakang. Jadi tidak ada kata selesai, dan kami tetap akan menempuh jalur hukum," tegas Richard mengakhiri pembicaraan.(Gan)

    Komentar

    Tampilkan