-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pasien Rujukan Visum Ditolak RSUD Cibinong

    dmin
    , September 24, 2021 WIB

    KAB. BOGOR, WWB.co.id - Ketika akan melakukan visum, RN ditolak oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor. 

    "Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Cibinong. Karena, ketika saya minta untuk divisum saya ditolak oleh pihak rumah sakit," ungkap wanita yang berdomisili Kebon Manggis, RT 01/04, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ini ketika mengadukan kekecewaannya kepada awak media, Kamis (23/09/21).

    Menurut RN, kemarin sekitar pukul 16:00 WIB, dirinya datang ke-RS membawa surat permohonan visum dari Kepolisian dengan nomor surat B. 112/1X/2021 Reskrim yang ditujukan kepada Kepala RSUD Cibinong. Akan tetapi, sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) malah di tolak tanpa melihat surat yang diperlihatkan kepada petugas. Malah disuruh balik lagi besok. Karena ini bukan jam kerja," tutur RN menirukan perawat di IGD.

    Padahal, kata dia, visum tersebut nantinya akan dijadikan alat bukti Kepolisian sebagai dasar penyelidikan dan sebagai dasar laporan Polisi di unit PPA Polres Bogor atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," imbuh RN.

    Ketika dikonfirmasi, Miftah Humas RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor, mengakui bahwa pasien memang datang ke RSUD Cibinong. "Kebetulan kemarin perawat-nya dr Putri. Saya tanya dok punten, ini ada pengaduan visum.? oh, iya' pak sudah kesini tadi. Dan, kita sudah periksa diterangkan baik secara fisik dan fungsi tubuh, kondisinya alhamdulilah baik. Kami sarankan, karena ada kasus emergensi di IGD cukup banyak, kami terima dan diarahkan besok pagi, karena poli umum yang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diterima tapi waktunya besok," tutur Miftah ketika ditemui diruang kerjanya, Jumat (24/09/21).

    Karena apa.?, kata dia, kalau pagi hari poli umum yang akan melakukan pemeriksaan, apakah butuh pemeriksaan lanjutan. Kaya tadi, kalau yang bersangkutan sampai dicolok matanya, ada namanya spesialis penyakit mata atau penyakit bedah dan lain sebagainya," tutur Miftah. (Red)
    Komentar

    Tampilkan