-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hendak Ternak Ikan, M. Subhan di Stop Pam Lahan diduga Suruan Sentul City

    dmin
    , September 22, 2021 WIB

    KAB. BOGOR, WWB.co.id -  Hendak berternak ikan M. Subhan (53) tahun warga Kota Bogor di stop oleh pengamanan lahan yang diduga mengaku suruan dari PT. Sentul City Tbk pada Senin tanggal (20/09/21).

    Pemilik lahan yang mengaku bersertifikat hak milik (SHM) nomor 70 terbitan BPN Kabupeten Bogor tahun 2008 yang beralamat di RT 03/03 Desa Cadas Ngampar ini berniat ingin mengembangkan ekonomi melalui ternak ikan hias. "Saya membeli lahan adat ini pada tahun 2007. Oleh karena itu saya bersama pengacara akan mengambil tindakan hukum," tegas M. Subhan, Rabu (22/09/2021).

    Baca juga : Presiden Jokowi Printahkan Polri Tidak Segan-segan Tindak Tegas Mafia Tanah → https://www.wwb.co.id/2021/09/presiden-jokowi-printahkan-polri-tidak.html
     
    Pada tahun 2007, dirinya mengaku telah membeli tanah adat kepada Gojali. (almarhum) dengan Notaris Makbul yang berkantor di Cibinong Kabupaten Bogor. 

    "Alhamdulilah selesai transaksi dan terbitlah akte jual beli (AJB), selanjut nya kami meminta untuk di tingkatkan Hak menjadi sertifikat, dan terbitpula sertifikat dari Kantor  BPN Kabupaten Bogor pada tahun 2008," jelas M. Subhan. 

    "Saya terkejut dan kaget ketika akan melakukan kegiatan pembangunan di lokasih tanah kami di stop oleh orang yang mengaku suruan orang sentul," sambungnya.

    Ia meminta Sentul City bisa menghormati hak kepemilikan tanah jelas ini produk dari BPN Kabupaten Bogor. "Tentunya kami akan berjuang untuk pertahankan Hak kami. Dan, kami di dampingi oleh, lawyer untuk laporkan pencegatan terhadap kegiatan kami," kata M. Subhan di salah satu Restoran yang berlokasi di Sentul City.

    Baca juga : Pembuangan Sampah Liar Masih Jadi Daya Tarik Masyarakat Kabupaten Bogor → https://www.wwb.co.id/2021/09/pembuangan-sampah-liar-masih-jadi-daya.html

    Kuasa Hukum M. Subhan, Faisal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) masyarakat adil bersatu (Mabes) mengatakan bahwa klien berhak memperoleh tanah sah secara Hukum dengan beralaskan sertifikat Hak milik no 70 yang di terbitkan oleh BPN Kabupeten Bogor tahun 2008.

    "Pihak Sentul City Tbk. tiba-tiba mengutus pam lahan untuk menghentikan kegiatan di lahan klien kami, atas tindakan tersebut kami akan menempuh jalur Hukum dan melaporkan ke Polres Bogor dengan harapan pihak Kepolisian segera mengambil tindakan," terangnya.

    Terhadap pihak Sentul City berikut orang utusan di lapangan, atas tindakan ini, dirinya meminta perhatian pemerintah daerah maupun pusat termasuk satgas mafia tanah yang di bentuk oleh Mabes Polri dan Kementrian Agraria untuk segera membantu menyelesaikan permasalahan klien-nya.

    "Kami dari pihak pengacara meminta kepada utusan sentul city untuk menunjukan surat tugas pam lahan. Namun, apabila tidak bisa menunjukan. Sedangkan kami membawa legalitas surat sertifikat tanah asli no 70./2008. Dan, perlu kami tegaskan dalam kasus ini Sentul City jangan merasa jadi korban Justru kami menduga pihak sentul lah yang telah lakukan penyerobotan terhadap klien kami," tegasnya.

    Ketika dikonfirmasi, Corcom Sentul City David Rizar mengaku belum mengetahui terkait hal tersebut. "Belum saya baru tahu ini, saya cek dulu," singkatnya ketika dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp messenger, Rabu (21/09/21). (E. Jun)
    Komentar

    Tampilkan