-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Gempar Minta Usut Mafia Tanah dan Mafia Pajak Kota Bogor

    dmin
    , September 29, 2021 WIB

    KOTA BOGOR, WWB.co.id --  Aksi Kolaborasi Aliansi Gerakan Mahasiswa dan pemuda Peduli Aset Negara (Gempar) melaksanakan aksi unjuk rasa, di Jalan Jendral Sudirman, Rabu (29/9/21). 


    Dalam aksi unjuk rasa diinisiasi para pelajar ini terdiri dari, Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Bogor, JAMPE Jokowi Bogor Raya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Nusantara Kota Bogor, Pemuda Nasionalis Kota Bogor serta Pemuda Pendamping Kota Bogor.


    Fatholloh Fawait, selaku ketua Mapancas Kota Bogor menuturkan, unjuk rasa hari ini tuntutannya yakni, meminta Walikota Bogor agar mencopot Kepala Bappenda dan BPKAD Kota Bogor, meminta Pemerintah Kota Bogor untuk segera mengambil alih aset Negara letaknya di Kelurahan Menteng yang saat ini masih dikuasai pihak Braja Mustika dan menagih pajak terhutang dimaksud. Selain itu, meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan pada BLU RSMM Kota Bogor, Pemkot Bogor dan pihak Braja Mustika mengingat kami akan terus mengawal kasus tersebut dengan aksi dan advokasi.


    Penunggakan Pajak yang dilakukan oleh Bogor Golf Club ( BGC) Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor Kementerian Kesehatan RI, dalam objek pajak nomor 32.71.040.001.023-0001.0 atasa Tanah Yang terletak di Jalan Semeru Bogor adalah jelas sebagai kejahatan yang terstruktur, sistematis dan masif. Data yang dikeluarkan oleh Bapenda Kota Bogor, tertanggal 3 Maret 2021 jelas merupak pelanggaran dan berpotensi tindakan pidana.


    Dari kejadian ini ada dugaan Penyelewangan Aset (Tanah Negara). Perihal tersebut tercium aroma busuk dan kongkalingkong yang dilakukan oleh oknum Direksi RSJ. Marzoeki Mahdi Bogor, BGC, pegawai Kementerian dan juga Bapenda Kota Bogor sehingga dalam pelaksanaannya berlarut larut hingga bertahun tahun," tutur Fatholloh.


    Menurut dia, disinyalir berdasarkan kajian data dari berbagai sumber, kami belum menemukan keterbukaan informasi publik terkait Landasan Yuridis, pengelolaan dan pendapatan Negara pada Pemanfaatan Aset Negara, Aset Lapangan Bola, Lapangan Golf, Sewa Toko dan Kantin di Gedung Golf serta aset lainnya yang menjadi objek PNBP oleh BLU RSMM Bogor.


    Berikutnya ada pula dugaan penyerobotan lahan (Braja Mustika), dengan tertutupnya informasi Surat Keputusan (SK) pelepasan HPL tahun 1990 atas nama Pemkot Bogor kepada pihak swasta yaitu PT. Triyosa Mustika tanah seluas 234.170 meter persegi di Kelurahan Menteng Kecamatan Bogor Barat. Karena aset tanah tersebut masih berkaitan dengan aset Kementerian Kesehatan menjadi indikator kuat dugaan tindak pidana KKN didalam pelaksanaan-nya.


    Meskipun penyidik Kejaksaan Agung mengeluarkan SP3 No Print 10/f.2/fd.1/12/2012 tanggal 10 Desember 2012 terkait dugaan penyerobotan lahan tanah Negara oleh PT. Braja Mustika, namun fakta di lapangan tanah tersebut masih dikuasai oleh PT. Braja mustika," papar Fatholloh dalam aksi tersebut. (Red/EL)

    Komentar

    Tampilkan