-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bioskop Kembali Beroperasi, Dedie Ingatkan Tetap Jaga Prokes

    dmin
    , September 18, 2021 WIB

    KOTA BOGOR,WWB.co.id - Di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bogor, bioskop kembali dioperasionalkan. 

    Wakil Wali Kota, Dedie A. Rachim mengecek langsung operasional pembukaan kembali bioskop hari pertama, di Lippo Mal Ekalokasari, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (16/9/2021). 

    Sesuai protokol yang ada, sebelum masuk mal Dedie memindai barcode dari aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian, Dedie langsung meninjau bioskop Cinepolis sekaligus melihat langsung kondisi di dalam studio. Sebelum masuk bioskop, seluruh pengunjung juga diwajibkan untuk memindai barcode di Peduli Lindungi kembali. 

    Usai melakukan peninjauan, Dedie mengatakan bahwa walaupun Kota Bogor masih berada di PPKM Level 3, tentu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin pemulihan ekonomi di masyarakat bisa berangsur - angsur pulih. 

    "Salah satu yang diberikan kelonggaran di PPKM Level 3 saat ini oleh Inmendagri Nomor 42 adalah izin untuk pelaksanaan menonton di bioskop. Seperti yang kita lihat, hari pertama Kota Bogor mulai membuka (bioskop), tapi ada persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama untuk masuk mal harus punya Peduli Lindungi, kemudian tetap protokol kesehatan (prokes) yang ketat," tegas Dedie usai peninjauan. 

    Selain itu, sambung Dedie, kapasitas pengunjung bioskop juga betul - betul dibatasi. Namun demikian, Dedie mengajak masyarakat untuk mulai melakukan aktivitas secara berangsur-angsur. Agar tidak terlalu lama pemulihan ekonomi terus mengalami keterpurukan yang dalam. "Jadi dengan kita mulai melakukan konsumsi, belanja, melakukan aktivitas yang sudah diperbolehkan, tentu kita dorong masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah," sahutnya. 

    Disamping itu, Dedie juga mengingatkan kepada pemilik mal atau pengelola bioskop agar menerapkan pembayaran secara non-tunai. "Jadi semaksimal mungkin tidak menggunakan uang cash agar mengurangi risiko terpapar. Meskipun Kota Bogor kasus hariannya sudah cukup landai, tapi prokes dan juga kehati-hatian tetap tinggi," ungkap Dedie (***)
    Komentar

    Tampilkan