-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ada Biaya Antar dalam Penyaluran Program Sebako..!

    dmin
    , September 18, 2021 WIB

    KAB.BOGOR, WWB.co.id - Penyaluran Program Bantuan Sembako (BPS) atau lebih dikenal BPNT di Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat diduga jadi ajas manfaat segelintir oknum.

    Pasalnya, warga yang seharusnya mendapat 7 paket sembako, hanya menerima sebanyak 6 paket. Dengan alasan yang satu paket dibagikan kepada keluarga yang belum menerima.

    Selain itu,  Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di kolektif oleh pihak RT dan sembako diantar ke rumah warga dengan diminta biaya antara Rp.10.000,00,- hingga Rp.30.000,00,-. Per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

    "Saya menerima KKS sekitar 2 minggu yang lalu, kemudian sebelum penyaluran, KKS tersebut diambil lagi sama RT untuk di gesek, setelah itu Sembako dianterin ke rumah dan dimintai biaya antar. Padahal, saya aja belum tau PIN saya karena amplop juga belum saya buka", ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

    Ia mengaku seharusnya, pada penyaluran tersebut mendapat 7 paket, tapi dirinya mengaku cuma menerima 6 paket saja. "Kata pak RT sih yang 1 paket diberikan kepada keluarga yang belum dapat," aku sumber yang enggan di ketahui namannya itu.

    Baca juga : Permainkan Hak KPM, Richard Angkuw : Anda Berurusan dengan Hukum → https://www.wwb.co.id/2021/06/permainkan-hak-kpm-richard-ankuw-anda.html

    Menanggapi hal tersebut, Nurul selaku TKSK yang juga sebagai Pendamping Program Sembako Kecamatan Tamansari mengaku apa yang telah dilakukan oleh RT dan RW terkait adanya biaya pengiriman dan juga pemotongan sembako satu paket. Dirinya tidak mengetahui sama sekali, karena saat penyaluran Ia tengah sakit dan hanya koordinasi via telpon dengan pihak e-warong. 

    Nurul pada saat itu didampingi oleh Erwin (Suami Desi) atau pemilik e-warong Desi, yang mana anak Kepala Desa tersebut mengaku bahwa, pihaknya mengetahui hal itu berdasarkan informasi dari media.

    Baca juga : Agen Penyalur Program Sembako di Bogor Gesek Saldo KPM Duluan → https://www.wwb.co.id/2021/09/agen-penyalur-program-sembako-di-bogor.html


    "Untuk kentang yang busuk saya tidak tahu kalau tidak ada aduan, saya tidak tahu adanya pungutan biaya administrasi dan juga pengurangan jumlah sembako, saya baru dengar kemarin dari pihak media, soalnya waktu penyaluran saya sedang sakit," katanya, Kamis (16/09/21).

    "Dengan adanya kejadian ini saya minta tolong kepada RT maupun RW agar ke depannya jangan pernah mengambil kebijakan sendiri," tegas  Nurul.

    Pada kesempatan yang sama, Erwin mengatakan untuk kentang yang busuk akan diganti. Ia mengaku tidak tahu ada komoditi yang tidak layak di konsumsi karena saking banyaknya.

    Baca juga : Itjen Kemensos Kembali Sidak Agen e-Warong di Bogor → https://www.wwb.co.id/2021/09/itjen-kemensos-kembali-sidak-agen-e.html

    Sementara itu, Amat Suprapta selaku Kepala Desa Sirnagalih mengatakan, hal tersebut wajar karena untuk ganti bensin. "Untuk uang yang dipungut berkisar Rp.10.000,00-Rp.30.000,00 itu ya' wajar, itung-itung kan ganti bensin, kalau masalah KKS yang dikolektifkan itu kan untuk cek saldo sudah masuk apa belum dan tidak berkerumun, saya hanya memantau supaya komoditi bisa sampai ke masyarakat," ucapnya.

    Pada kesempatan itu, salah satu Ketua RT yang kebetulan hadir mengatakan, dirinya hanya meminjamkan mobil saja dan warga sendri yang inisiatif untuk memberi. Dan, untuk keluhan warga terkait pemotongan yang satu paket ia juga beralasan itu adalah kebijakan KPM. (DW/BL/Red)

    Komentar

    Tampilkan