-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kado Istimewa Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Jelang Hari Kemerdekaan RI ke-76

    dmin
    , August 04, 2021 WIB

    JAKARTA, WWB.co.id - Mobilitas tinggi dengan akselerasi permainan lincah menjadi modal yang senantiasa mengalirkan energi positif bagi ganda puteri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020.

    Dosen Universitas Islam Jakarta,  H.Abustan mengatakan, Pertama kali dalam sejarah olimpiade, pasangan Puteri bulutangkis menorehkan sejarah dengan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.


    Di final tidak tanggung-tanggung "menerobos" pasangan terkuat cina Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan dengan skor 21-19  21-15.  Ke dua pasangan ini, kata dia, tak dapat dibendung, perjuangan dan kerja keras mengantar mereka meraih medali emas yang belum pernah diraih sebelumnya melalui nomor ganda Puteri.


    Bahkan, tak ada kecemasan atau ketegangan yang nampak menghadapi raksasa bulu tangkis dunia (China). Malah sebaliknya justru tampil rileks dengan reli panjang yang terukur serta kejelian penempatan bola yang membuat lawan dalam posisi salah langkah. Hingga akhirnya menuntaskan partai puncak dengan predikat medali emas," tutur Dosen Universitas Islam Jakarta ini kepada media, Rabu (04/08/21).


    Menurutnya, status pendatang baru digelanggang olimpiade dan masih miskin pengalaman ini justru menjadi "jurus pemungkas" untuk melumat lawan-lawannya. "Tatkala melaju pada laga babak perempat final juga mengalahkan pasangan China lainnya Du Yue/Li Yin Hui (21-15, 20-22, 21-17) yang dimenangkannya dengan susah payah. Bahkan sepanjang pertandingan skor terus kejar-kejaran, menunjukkan bahwa memang moment krusial bagi pasangan Indonesia yang akhirnya berhasil dimenangkan untuk melaju ke babak berikutnya," terang dia.



    Untuk itu, sambungnya, di Grand Final Srikandi Indonesia ini tak mau melepaskan momen penting yang ada dihadapannya. Karena, kesempatan tak akan terulang lagi, itulah yang terpatri di pemikiran mereka. Dan, itu pula yang terus memompa semangatnya, seolah tak akan ada lagi kesempatan kecuali saat ini. Hari ini, harus dituntaskan dengan kemenangan.


    Hingga, ketika bola pengembalian Chen Qing Chen melebar digaris belakang permainan Apriyani, spontan hakim garis membuka kedua tangannya untuk memberi isyarat bahwa bola keluar.


    Sampai, gemuruh suara terdengar dalam stadion. Hiruk pikuk kemenangan bersahut-sahutan dengan lagu Indonesia Raya. "Air mata suka cita juga nampak pada kedua pemain dan pelatih yang saling berpelukan larut dalam kemenangan," imbuhnya.


    Bahakan, kata dia, suara histeris dan rasa syukur kebahagiaan tidak hanya terjadi dalam lapangan, tetapi seluruh pemirsa tivi (penonton) yang menyaksikan juga tak kalah serunya mengekspresikan kegembiraannya. "Merah putih berkibar dengan ekspresi semangat kebangsaan dan nasionalisme itulah kado teristimewa yang berhasil diukir Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menjelang Hari Kemerdekaan RI ke 76. Bravo Indonesia .bravo bulutangkis," papar Dosen/Pengajar Universitas Islam Jakarta (UID) ini. (***)

    Komentar

    Tampilkan