-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Isolasi Berbasis Masyarakat, Dedie : Bisa Ditangani Langsung di Wilayah

    dmin
    , July 08, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KOTA BOGOR,WWB.co.id - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau pusat isolasi Covid-19 berbasis masyarakat di perumahan Bogor Raya Permai, RW 13 Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (7/7/2021). 

    Pusat isolasi di sana, merupakan satu dari sekian banyak pusat isolasi berbasis masyarakat yang ada di Kota Bogor. Meski begitu, Dedie ingin memastikan segala sarana dan prasarananya terpenuhi sesuai standar. 

    "Sampai dengan saat ini, tempat isolasi disini sudah dimanfaatkan. Saya lihat tadi ada beberapa warga yang memang sedang melakukan isolasi. Secara guyub, masyarakat di sini menyiapkan peralatan yang dibutuhkan," kata Dedie usai peninjauan. 

    Kebutuhan yang disiapkan warga itu, termasuk logistik dan juga kebutuhan oksigen. Bahkan, beberapa warga yang merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang tinggal disana juga diberdayakan untuk memantau kondisi warga. 

    Ditambah, bantuan tenaga medis dari puskesmas setempat. Disamping itu, Dedie melihat, kondisi rumah warga beserta lingkungannya di sana sangat memadai. 

    "Sejauh ini sudah ada tujuh warga yang melakukan isoman, lima orang dewasa dan dua anak - anak. Tapi sebagian sudah sembuh, kemudian juga ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah mereka sendiri, ada 13 rumah," sebut Dedie. 

    "Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus RW terutama di Kelurahan Curug atas peran serta dan juga langkah - langkah yang diambil dalam rangka mengurangi beban Pemerintah Kota Bogor pada saat menangani Covid-19 ini. Insya Allah permasalahan covid bisa ditangani langsung di wilayah," harap Dedie. 

    Ditempat yang sama, Camat Bogor Barat Abdul Rahman menambahkan, di RW 13 Perumahan Bogor Raya Permai ada 12 kamar kamar dari 3 rumah yang dijadikan tempat isolasi mandiri berbasis masyarakat. Dari tiga rumah itu, satu di antaranya hanya dijadikan tempat transit bagi pasien yang waiting list ke rumah sakit.(***)
    Komentar

    Tampilkan