-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Asyik Bermesraan, Dua Sejoli Diciduk Satpol PP

    dmin
    , July 03, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    SULAWESI,WWB.co.id - Sebagai garda terdepan penegak peraturan daerah (Perda) yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, jajaran Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) terus melakukan giat patroli malam dan operasi cipta kondisi.

    Hal itu, dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat, dan sekaligus mensterilkan Kota Benteng dari perilaku menyimpang. 

    Melalui giat tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) pada hari, Sabtu, (03/07) dini hari, berhasil mengamankan sepasang sejoli bukan muhrim, dari kawasan Tanjung Merayu, Lingkungan Appabatu, Desa Parak, Kecamatan Bontomanai. 

    Kepala seksi penyidikan dan penyelidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran, Erik Gunawan mengatakan, pasangan remaja bukan muhrim ini diciduk saat tengah asyik bermesraan dan memadu kasih di atas kendaraan roda dua.

    "Saat akan diciduk petugas, lelaki Ahm, bersama teman wanitanya yang berinisial Isnt, mengaku sedang beristrahat di tepi jalan," katanya.

    Akan tetapi, lanjutnya, petugas tidak percaya begitu saja, dan tetap menggelandang pasangan bukan muhrim tersebut ke Mako Satpol PP untuk didata dan dimintai keterangan lebih lanjut.

    Dalam giat operasi yang sama, Satpol PP dan Damkar turut mengamankan tiga orang remaja putera terduga pelaku pengisap lem fox yang tertangkap tangan sedang mengisap lem fox di sekitar area Pasar Sentral Regional Bonea, Kelurahan Benteng Utara. 

    "Kelimanya langsung diangkut untuk diberikan pembinaan dan diproses berdasarkan ketentuan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2015 Tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum," tuturnya.

    Ketiga remaja terduga pelaku pengisap lem fox yang saat diperiksa petugas masih dalam keadaan fly, tetap diberikan tindakan pembinaan dan akan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.

    "Kita berharap agar orang tua mereka dapat melakukan pengawasan ketat terhadap putera-puterinya yang masih duduk di bangku SLTP, "pungkasnya. (***/E. Junaedi)
    Komentar

    Tampilkan