-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    World Peace Committee Buka Lahan Pertanian di Majalengka

    dmin
    , June 19, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    MAJALENGKA,WWB.co.id -- Perwakilan dari the World Peace Committee 202 Negara yang merupakan salah satu Organisasi Perdamaian dunia untuk kemanusiaan yakni Mr. Charlie dan Mr. Asep Saefulloh yang menjabat sebagai General Affair (GA) melakukan survei kelapangan, dalam hal ini keinginan dari para petani setempat meminta lahan yang datarannya tinggi untuk dimanfaatkan sebagai lahan persawahan.

    Hal itu merupakan bagian wujud kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat khususnya di wilayah Desa Majasari. Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Jum'at 18/06/2021.

    "Kebetulan lokasi ini keperuntukannya, ekosistemnya adalah untuk perumahan-perumahan. insya Allah lahan ini akan dialih fungsikan ke yang lebih produktif kembali," kata Charlie yang didampingi rekan kerja sekaligus sahabatnya Mr. Asep Saefulloh.

    Jadi, kata dia, "mudah-mudahan untuk lahan ini, menjadi produktif dan kami dari Word Peace Comite sangat peduli sekali dengan lingkungan yang ada di Majalengka. Untuk kelestarian lingkungannya kita tetap menjaga, bukan hanya kami, tetapi semua masyarakat yang ada di Majalengka.

    Artinya, sambung dia, dalam segala sesuatu kami akan memberikan Edukasi dalam reklamasinya. Diharapkan pengelolaan nya agar lebih rapih dan dibenahi lagi. Untuk pengelolaan nya di wilayah majasari, kecamatan linggung, Majalengka," harap Charlie, pada Jum'at (18/06).

    Sementara itu, Mr. Asep Saefulloh mengatakan tujuan dan maksud kami dari Word Peace Committee, dalam rangka relokasi ini, kita memberikan Edukasi kepada masyarakat agar turut serta melestarikan alam.

    Jadi yang tadinya dari lahan tidak produktif, sekarang direnovasi menjadi lahan produktif. Khususnya untuk pesawahannya, yang tadinya gersang kita bikin nanti irigasinya dan lain sebagainya. Agar masyarakat disini bisa menikmati hasil budidaya mereka secara optimal. Itulah pemberian edukasi dari the World Peace Committee," pungkasnya. (***)
    Komentar

    Tampilkan