-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    SPITP Minta Pemkab Bogor Bantu Nasib Buruh Industri Semen

    dmin
    , June 09, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KAB. BOGOR, WWB.co.id - Antisipasi potensi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para pekerja industri semen nasional, melalui petisi awal Federasi Serikat Perkerja lndustri Semen Indonesia (FSP ISI) meminta dukungan kepada Seluruh Anggota Affiliasi Industri All Global Union secara International maupun Nasional yang tergabung dalam IndustriAll Indonesia Council.

    Menanggapi Hal itu, Serikat Pekerja Indocement Tunggal Prakarsa (SPITP) dan Serikat Pekerja Solusi Bangun Indo­nesia (SPSBI) berserta para anggota perwakilan dari setiap federasi melahirkan petisi bersama di kantor Sekretariat Serikat Pekerja Indocement Tunggal Prakasa (SPITP), Kabupaten Bogor, Selasa (8/6/21).

    Iwan Kusmawan SH. Ketua IndustriAll Indonesia Council menjelaskan, kondisi industri semen di indonesia saat ini mengalami kegoncangan dan sangat memperihatinkan dengan adanya rencana pemerintah memberikan ijin industri semen atau pabrik-pabrik baru diberbagai daerah.

    Sehingga, kata dia, dirinya meminta solidaritas dukungan dari anggota affiliasi Industri All. "Kita ingin meminta dukungan anggota afiliasi yang berada di Imdonesia saat ini," katanya.

    Menurutnya, ada 11 federasi se-indonesia. "Kemudian kita juga akan meminta bantuan kepada anggota non afiliasi, ini adalah perjuangan awal dalam rangka untuk meminta kepada pemerintah pusat agar menghentikan perijinan semen baru dan itu yang sangat mendasar," imbuhnya..

    Lebih lanjut, dirinya meminta Pemkab Bogor untuk harus lebih transparan terkait penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Apbd) yang bersumber dari pabrik semen di Kabupaten Bogor.

    "Dari informasi yang kami dapat sumbangsih dua pabrik semen yang berada di Kabupaten Bogor ini cukup besar, dan hal ini tidak diinformasikan dan transparan maka baik Pemkab maupun DPRD Kabupaten Bogor tidak mendukung dalam rangka memperjuangkan para pekerja di industri semen," tegasnya.

    Maka ini, kata dia, akan menjadi juga kehilangan APBD di Kabupaten Bogor. "Ini juga yang menjadi bagian ekspresi kami sehingga kami dapat mendukung apa yang akan dilakukan kawan-kawan dari serikat pekerja indocement tunggal prakasa dan serikat pekerja solusi bangun Indonesia," terang Iwan.


    Pada kesempatan yang sama, Ketua SPITP, Ribut Santoso, menuturkan, dengan terjadinya over supply produksi semen, kini pabrik semen saat ini mengurangi produksinya (utilisasi 60 per­sen). Dan, kata dia, jika tidak cepat ter­selesaikan masalah tersebut bisa berdampak pada efi­siensi Perusahaan dan men­jadi ancaman terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di sektor industri semen Indonesia.

    "SPITP sangat konsen ter­hadap moratorium izin pabrik semen, karena di kami seka­rang dari sepuluh pabrik ha­nya enam pabrik yang pro­duksi. Jika ada pabrik semen baru di tengah over supply bukan tidak mungkin nanti hanya empat atau lima pabrik yang produksi," katanya.

    Sementara itu, Se­kretaris SPITP, Agus menuturkan, Serikat Pekerja di kedua pabrik semen Kabupaten Bogor meminta du­kungan Pemda untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat agar secepatnya memberlakukan moratorium atau penyetopan sementara izin pendirian pa­brik dan mencarikan solusi penyelesaian over supply produksi semen.

    "Kita sudah mengirim surat audiensi ke Bupati Bogor, ke­tua DPRD Kabupaten Bogor serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor untuk ikut membantu mendorong Pemerintah pusat segera memberlakukan mo­ratorium atau penghentian sementara izin pendirian pabrik semen yang baru di Indonesia," terangnya.

    Menurutnya, ada dua Pabrik Semen di Kabupaten Bogor yakni, PT Indocement Tunggal Prakarsa dengan produk semen Tiga Roda dan PT Solusi Bangun Perkasa dengan pro­duk Dynamika salah satu peny­umbang PAD terbesar di Kabupaten Bogor. "Jika dua pabrik ini tumbang atau run­tuh, maka akan memengaruhi PAD Kabupaten Bogor. Ka­mi berharap Pemerintah Daerah membantu kita terkait nasib buruh industri semen di Kabupaten Bogor," tutur Agus.
    Komentar

    Tampilkan