-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Richard Angkuw Minta Bupati Bogor Klarifikasi Ucapan Tentang Wartawan Bodrek

    dmin
    , June 21, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KAB.BOGOR,WWB.co.id - Praktisi Hukum Richard Angkuw, SH. MH mendesak pihak Kepolisian Kabupaten Bogor untuk mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap masa aksi Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR). dihalaman Pemerintah Kabupaten Bogor, pada Senin, (21/6/2021).

    Menurutnya, awalnya unjuk rasa (Unras) tersebut berjalan dengan damai. "Aksi yang diikuti oleh para Insan Pers Se-Bogor Raya ini menuntut Bupati Bogor Ade Yasin untuk dapat mengklarifikasi pernyataannya Wartawan Bodrek, Wartawan Bodong dan Wartawan asli. Tetapi sangat disayangkan aksi yang dilindungi undang-undang no. 9 tahun 1998 perihal tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum tersebut dinodai oleh oknum yang tak bertanggung jawab," tegas Ricky sapaan akrabnya.

    Oleh karena itu, ia menyesalkan peristiwa yang terjadi pada saat adanya unjuk rasa dari rekan wartawan yang ingin mendapatkan klasifikasi dari bupati bogor. 

    "Saya selaku praktisi hukum mengharapkan aparat keamanan dalam hal ini Polres bogor untuk mengusut tuntas oknum ini agar diproses secara hukum, karena ini pidana murni yang dilakukan oleh oknum tersebut di depan umum, dan ini terjadi penganiayaan yang sebenarnya saya melihat disini jalannya aksi ini cukup kondusif, namun dengan terjadinya pemukulan-pemukulan, maka suasana menjadi kacau," jelasnya.

    Ricky meminta kepada Ade Yasin harus bisa mengklarifikasi permasalahan tersebut di tingkat desa dan pemerintah daerah agar semua permasalahan lebih jelas dan tidak membias.


    "Bupati Ade Yasin ini harus mengklarifikasi dengan kasus ucapan beliau tentang wartawan bodrek, yang katanya menurut Bupati Ade Yasin datangnya beberapa wartawan ke Desa dan menurut saya bupati ini harusnya mengklarifikasi dan panggil saja kepala desanya yang bersangkutan, kepala desa mana?, panggil dan adakan suatu pertemuan dan klarifikasi sehingga disini duduk permasalahannya itu bisa lebih jelas kalau toh bupati ade yasin bisa klarifikasi mana yang dikatakan wartawan bodrek, karena ini kan kaitannya tentang Samisade (Satu Miliar Satu Desa), jangan menggeneralisir wartawan bodrek dan wartawan asli, dan tujukan disitu mana wartawan bodrek dan mana wartawan asli, saya kira tidak ada wartawan bodrek, pasti asli disini, inilah yang seharunya diklarifikasi oleh bupati, jangan dibuat blunder, ini semua jadi blunder membias kesana kemari, sehingga timbulah penganiayaan seperti itu," tuturnya.

    Lebih lanjut, dirinya yang dikenal sebagai pengamat kebijakan publik meminta Bupati Bogor agar tidak lari dari tanggung jawab sebagai penjabat daerah.

    "Ini bisa dijadikan buah simalakama, jadi apa yang dikatakan bupati ini kan dia pejabat publik dia harus bisa mempertanggung jawabkan itu, Jangan ngumpet, berani berbuat harus berani tanggung jawab !!! ," pungkasnya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan