-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga Agen Bank Mandiri Lilih e-Warong Penyalur Program BPS Mejual Diatas Harga Pasar

    dmin
    , June 09, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini


    KAB.BOGOR,WWB.co.id - Diduga Agen Bank Mandiri Lilih e-Warong Penyalur Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Program Sembako yang biasa disebut BPNT mejual Komoditi diatas Harga Pasar.

    Hal tersebut ditemukan saat penyaluran Komoditi bantuan untuk bulan Mei - Juni Kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (31/05/2021).


    Berdasarkan harga yang dipampang oleh Agen Lilih tertulis Beras 10 Kg dengan harga Rp. 120.000; Daging Sapi 1/4 Kg, Rp. 33.000; Kentang 1 Kg, Rp. 16.000; Buah 1 Kg, Rp. 25.000 dan Tempe Rp. 6.000. Untuk buah terdiri dari 2 jenis, Jeruk dan Apel Malang.

    Sedangkan berdasarkan harga pasar dan Aplikasi Sistem Informasi Bahan Pokok (SIBAPOK) milik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, untuk harga persatuan baik Buah Jeruk 1 Kg, Rp. 23,500; Beras 10 Kg, Rp. 105,060; Daging Sapi 1/4 Kg, Rp. 31,401; Kentang 1 Kg, Rp. 16,900 dan Tempe Rp. 6,000 dengan total Rp. 182,861 per paket. 


    Sedangkan untuk Apel Malang harga pasar saat ini Rp. 25,900 dengan total Rp. 185,261. Berdasarkan hitungan tersebut makan kelebihan harga Komoditi mencapai Rp. 31,878 untuk teransaksi penyaluran Bulan Mei dan Juni.

    Sebagai pemilik Agen, Lilih mengaku, memasok sendiri bahan pangan Komoditi untuk BSP. Sehingga, kata dia, tidak ada satupun pemasok yang bekerja sama dengan dirinya.

    "Untuk komoditinya saya mengadakan sendiri, saya ngutang ke pasar. Saya mengadakan sendiri itu disuruh pak Kadesnya dari awal juga sendiri, untuk keuntungan itu disesuaikan harga pasar," tuturnya saat melakukan transaksi dengan KPM, Senin (31/05/2021).

    Berdasarkan informasi yang dihimpun total data bayar untuk Desa tersebut berjumlah 214 KPM dan gagal transaksi sekitar 3 KPM serta berhasil transaksi 211 KPM, jika dihitung dengan total kelebihan harga komoditi Rp. 31,878 per KPM, diduga kerugian KPM karena adanya mark up harga Komoditi mencapai Rp. 6,726,258 untuk penyaluran Bulan Mei - Juni.


    (Red)
    Komentar

    Tampilkan