-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Waduh...!! KPM Diduga Alami Kerugian Sekitar Rp. 247 Juta di Kecamatan Dramaga

    dmin
    , May 27, 2021 WIB

    KAB.BOGOR, WWB.co.id - Diduga 10 Agen Bank Mandiri e-Warong Penyalur Program Sembako menjual komoditi yang seragam tak sesuai Harga Pasar dalam Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Program Sembako yang biasa disebut BPNT di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

    Diketahui, Komoditi bantuan yang disalurkan sekaligus untuk bulan Mei dan Juni ini, diantaranya Telur 20 Butir, Beras 10 Kg, Apel 5 Butir dan Kacang Hijau 1/2 Kg untuk satu bulannya.

    Jika disesuaikan dengan harga pasar dalam Aplikasi SIBAPOK milik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia komoditi tersebut tidak mencapai total nilai bantuan Rp. 200.000 per-Bulannya.

    Berdasarkan Aplikasi tersebut update Rabu, 26 Mei 2021 harga Telur Rp. 25,780/Kg, Beras Rp. 10,525/Kg, Apel Rp. 25,000/Kg dan Kacang Hijau Rp. 25,519/Kg. Jika dihitung dengan harga perkomoditi sesuai Kuantitas Bantuan adalah Telur 20 Butir Rp. 32,225, Beras 10 Kg Rp. 105,250, Apel 5 Butir Rp. 25,000 dan Kacang Hijau 1/2 Kg Rp. 12,760. Maka nilai bantuan yang dibelanjakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp. 175,235/Bulan, sedangkan saldo KPM disedot habis Rp. 200.000/Bula-nya.

    Berdasarkan hitungan tersebut KPM mengalami kerugian Rp. 24,765/Bulan-nya, sementara itu KPM melakukan pembelanjaan dua bulan dengan paket yang sama, sehingga kerugian (KPM-red) diduga sekitar Rp. 49,530 untuk pembelanjaan Komoditi Bulan Mei dan Juni.

    Dari data sementara yang didapat berdasarkan total KPM yang ada di Kecamatan Dramaga ada sekitar 4994. Jika dikalikan dengan kerugian Rp. 49,530 per-KPM-nya maka dugaan penyelewengan dan Mark Up harga Komoditi dalam Program Sembako di Kecamatan Dramaga sekitar Rp. 247,352,820 untuk pembelanjaan bulan Mei dan Juni.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Markas Pejuang Bogor (MPB) Atik Yulis Setyowati menuturkan, dugaan penyelewengan/penyunatan dana BSP atau BPNT yang selama ini marak dilakukan para oknum modusnya pengurangan timbangan dan mark up harga terjadi dimana-mana.

    "Kami sebagai LSM MPB sebagai sosial kontrol sudah jengah melihat ulah para oknum semakin bebas "bermain" yang berdampak merugikan para KPM Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan kami memberikan rekomendasi kepada kemeterian sosial agar bantuan program dalam bentuk BSP/ BPNT dihapus, ditiadakan atau dibubarkan saja dan lebih baik diberikan dalam bentuk uang saja," ungkapnya. Kamis, (27/05/21).

    Hal itu, kata dia, agar para KPM bisa menerima bantuannya secara utuh. Jika dalam bentuk uang masih juga disunat akan lebih *mudah lagi* untuk menangkap para oknum (pelaku-nya). "Kami juga meminta agar semua oknum berhenti "bermain kotor" atau APH siap turun membuat semua jera," tutur Wanita yang akrab disapa bunda ini. (Red)
    Komentar

    Tampilkan