-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Buruh Desak Pemerintah Buat Kebijakan Moratorium Pabrik Semen Baru

    dmin
    , May 29, 2021 WIB

    JAKARTA,WWB.co.id - Para buruh mendesak pemerintah bisa membuat kebijakan yang membatasi munculnya pabrik-pabrik semen baru. Hal itu disampaikan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP-ISI) Kiki Warlansyah dalam konferensi pers secara virtual di Hotel Grand Alia Jakarta, Jumat (28/5/2021).

    Menurut Kiki, pihaknya saat ini sedang berjuang kepada pemerintah untuk menerbitkan moratorium atas izin pembangunan pabrik baru.

    Penambahan pabrik baru, kata dia, bisa menyebabkan PHK besar-besaran pada karyawan di industri semen tersebut.

    Karena, lanjutnya, produksi semen di Indonesia saat ini sudah over capacity sedangkan utilisasi pabrik hanya 68%. Bila ada penambahan pabrik, operasional 1 pabrik terancam bisa disetop.

    "Saat ini di Indonesia untuk industri semen mengalami over supply sampai dengan 42 juta ton 1 tahun atau utilisasi pabrik hanya di 68% dalam artian kalau ada 3 lain pabrik 1 lain pabrik itu setop, sehingga ini berefek kepada PHK, mengurangi biaya tenaga kerja dan lain sebagainya," tuturnya.

    Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ancaman PHK di industri semen akan muncul karena tidak adanya kepastian regulasi terkait kemunculan pabrik-pabrik semen baru.

    Menurutnya, pabrik-pabrik semen yang sudah ada saja produksinya sudah berlebihan. Jadi, kata dia, bisa dipastikan 1-2 tahun ke depan terjadi PHK ribuan daripada karyawan-karyawan yang bekerja dari industri semen.

    Ia menjelaskan, Pabrik-pabrik semen baru dapat mengancam keberadaan semen-semen yang ada. Sebab, saat ini pabrik semen yang produksinya sudah over capacity di tengah permintaan melempem.

    Salah satu pembangun pabrik semen baru yang ditolak buruh adalah pabrik semen baru di Kalimantan Timur. Menurutnya, di Kalimantan sudah ada 2 pabrik yang eksisting. Bila dibiarkan pabrik semen baru muncul di sana, maka akan menyebabkan over capacity dan akhirnya harga semen jadi jatuh.

    "Di Kalimantan sudah ada Indocement dan sudah ada juga kalau saya tidak salah pabrik semen dari China. Kenapa diizinkan lagi pabrik semen yang baru hanya karena mau fokus di pembangunan Ibu Kota yang baru. Kan akan menyebabkan overcapacity yang mengakibatkan harga semen di pasaran akan jatuh," tutur Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (28/5/2021). 

    Sebelumnya, FSP-ISI mengelar konferensi pers di Hotel Permata, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Jum'at, (19/02/21). Dalam menanggapi rencana Pendirian Pabrik Semen Baru di Kutai Kalimantan Timur dalam waktu dekat ini, kami dari Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI), dengan ini kami mempertanyakan kepada pemerintah, apa urgensi dan alasan yang kuat atas pendirian Pabrik tersebut, karena kondisi saat ini di Industri Semen Nasional adalah sebagai berikut :

    Tahun 2020 Kondisi Industri Semen Nasional mengalami penambahan 3 pabrik baru, maka kapasitas produksi semen nasional menjadi 117 Juta Ton. sehingga terjadi oversupply sebesar 42 Juta Ton.

    Di Pulau Kalimantan saat ini telah berdiri 2 pabrik semen dan 1 Grinding Plant dengan total kapasitas produksi 7,3 Juta Ton, sementara konsumsi di Pulau Kalimantan sebesar 4,4 Juta Ton, sehingga mengalami oversupply sebesar 2,9 Juta Ton.

    Di Pulau Sulawesi saat ini telah berdiri 3 pabrik semen, dengan Total kapasitas produksi mencapai 13,8 Juta Ton, sementara konsumsi di Pulau Sulawesi hanya mencapai 6,1 Juta Ton (Utilisasi 50%), sehingga mengalami oversupply sebesar 7,7 Juta Ton. Yang bisa memenuhi kebutuhan semen di Kalimantan Timur.

    Maka secara keseluruhan di Kalimantan dan Sulawesi mengalami Oversupply 
    10,6 Juta Ton yang belum terserap dan masih ada 31,4 Juta Ton lagi oversupply 
    secara nasional, sehingga tidak membutuhkan Pendirian Pabrik Baru di 
    Kalimantan Timur.

    FSP ISI tidak anti Investasi, akan tetapi pendirian pabrik baru di tengah kondisi 
    Oversupply, bukan pilihan yang bijak untuk pengembangan investasi saat ini, 
    karena : Dengan adanya Oversupply , menyebabkan penutupan sebagian Pabrik
    existing (Utility rendah) Bertambahnya kasus Pemutusan Hubungan Kerja yang sudah terjadi saat ini Terjadi Defisit keuangan perusahaan yang mengakibatkan gagal bayar investasi perbankan.

    Terjadi Persaingan usaha yang tidak sehat (Predatory Pricing) Kepercayaan investor di Indonesia yang akan berkurang Kekhawatiran Industri Semen Nasional mengalami nasib yang sama dengan Industri Baja Nasional Dengan 5 (lima) alasan diatas, FSP ISI mendesak kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan Moratorium Pendirian Pabrik Baru sampai Tahun 2030, demi Kejayaan Industri Semen Nasional dan Kesejahteraan Warga/Rakyat Indonesia.

    Selanjutnya FSP ISI, meminta kepada Komisi VI DPR-RI untuk mendorong 
    pemerintah agar melakukan moratorium Pendirian Pabrik Semen Baru melalui 
    Kementerian Perindustrian, kementerian Perekonomian, Kementerian Investasi/
    Kepala BKPM, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN. FSP ISI akan terus memonitor perkembangan perihal Pendirian Pabrik Semen Baru ini, dan terus mengawasi dan mendesak kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan Moratorium Pendirian Pabrik Semen Baru. (Red)

    Komentar

    Tampilkan