-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Polemik Gugatan Cerai Istri Kades, Tergugat Tuding Ada Pihak Ketiga

    dmin
    , April 22, 2021 WIB

    CIANJUR, WWB.co.id - Seorang istri Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur berinisial Y (41), angkat bicara terkait gugatan cerai dilayangkan suaminya AS.

    Pasalnya, hal itu kini menuai pro-kontra.  Menurutnya, berani menggugat ada atau didasari karena orang ketiga, yang menjalin hubungan dengan suami selama sekitar 15 tahun," aku Y.

    Y yang menagku, warga asal Kampung Cikacip RT 3/1, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka mengatakan bahwa, dia dan suaminya berinisial A.S yang saat ini menjabat sebagai kades itu, sudah belasan tahun menjalani rumah tangga dan sudah dikaruniai dua orang anak.

    "Ya, selama kurun waktu tersebut rumah tangganya baik saja. Tapi, kurang lebih enam bulan belakangan ini ada perubahan dirasa saya terhadap suami" akunya kepada insan media, Kamis (22/4/2021).

    Apalagi, kata dia, setelah dirinya mengetahui ada orang ketiga, menjalin hubungan dengan suaminya. Saat menghadiri proses sidang gugatan permohonan cerai dilayangkan suaminya di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cianjur.

    "Nah, gugatan ini menurut saya karena didasari adanya hubungan dijalin suami dengan wanita lain," ujar Y.

    Kenapa? begitu, kata Y, karena setelah mengetahui dan memiliki bukti-bukti akan adanya hubungan tersebut, sikap suami berubah drastis dan juga berkeinginan untuk berpisah.

    Saat ditanya, apakah mengenal dengan wanita diduga sebagai orang ketiga tersebut, Y mengaku sangat mengenal sekali dengan wanita yang dimaksud. "Nah, beliau itukan seorang pejabat publik disini, yaitu salah satu anggota dewan wakil dari salah satu Parpol.

    "Jadi saya pasti mengenalnya malahan sudah pernah berkomunikasi langsung dengannya," ujar seorang mantan istri dari kades ini.

    Y menambahkan, secara garis besarnya untuk gugatan cerai yang dilayangkan kepada dirinya tersebut. Menurutnya atas dasar karena adanya pihak ketiga atau wanita lain.

    "Pasti tidak akan mengakui, bila dirinya menjalin hubungan dengan wanita lain dimaksud tadi. Dan, pasti akan menyangkal," tegasnya. 

    Terpisah, saat dikonfirmasi langsung awak media, AS salah satu Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Campaka ini membantah, ada pihak ketiga, ketika ada permasalahan saat ini mungkin harus tahu dan mengerti serta harus menerima kedua belah pihak. Kemudian, kata dia, dilayangkannya gugatan cerai ke mantan istri, dikarenakan sudah tidak ada kecocokan lagi. Makanya melayangkan gugatan.

    "Kami ini tidak ada paksaan dari orang lain maupun ada pihak dari ketiga sama sekali," akunya, saat dihubungi langsung melalui via WhatsApp, Kamis (22/4/2021).

    AS menjelaskan, gugatan cerai ini mutlak dari hati nurani. Dan, tidak ada pihak ketiga, maka harus mengerti dan dimaklumi. 

    "Bila adanya alibi-alibi mantan istri saya itu silakan saja, dikarenakan dia mencari pembelaan dan pembenaran," ucap penggugat.

    Menurut AS, masalah privasi itu, yang merasakan pahit dan manis bukan pihak kesatu, kedua dan bukan orang lain. "Tentu yang merasakan pahit dan manisnya menjalankan rumah tangga itu saya sendiri," pungkasnya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan