-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dugaan Kolektif KKS & Pemotongan Bantuan, Hingga KPM Tak Terima Struk Bukti Transaksi BSP di Klapanunggal

    dmin
    , April 05, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KAB.BOGOR, WWB.co.id - Program Sembako di Kabupaten Bogor kembali tersorot kali ini terjadi di Kecamatan Klapanunggal, Program yang juga dikenal sebagai Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau BPNT ini diduga realisasinya tidak sesuai dengan Pedoman Umum Program Sembako 2020.

    Pasalnya diakui Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Leuwikaret, bernama Aam (45) bahwa selama Ia menjadi peserta Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) baru dua Tiga Hari lalu Ia memegang Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS)-nya secara Mandiri.

    "Baru dua hari kemarin saya pegang Kartunya, selama ini dikumpulin di Ketua Kelompok PKH," tuturnya, Senin (05/04/2020).

    Selain itu KPM lainnya yang bernama Lisnawati (36) mengaku bahwa selama Ia menjadi peserta Program Sembako dirinya tidak pernah melakukan transaksi secara Mandiri, barang selalu diantar oleh Ketua Kelompok ke rumahnya.

    "Saya gak pernah ke Agen, saya selalu dianter ke rumah barangnya juga, karena kartu dan pin-nya kan dipegang Ketua Kelompok," tuturnya, Senin (05/04/2021).

    Hal yang berbeda diungkapkan KPM dari Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Nurlela (39) yang menyebutkan bahwa saat ini pihaknya dihimbau untuk melakukan transaksi secara mandiri ke Agen Bank Mandiri Penyalur Program Sembako, namun dirinya mengaku pernah mendapatkan uang sebesar Rp. 400.000 pada September 2020 lalu, padahal saat itu bantuan tunai bagi KPM BPNT yang harus diterima adalah Rp. 500.000.


    "Saya dapetnya cuman Rp. 400.000, dari pengurus RT/RW, karena setiap mau ngambil sembako dulu kan dicairkanya dititip, terus ternyata ada uangnya Rp. 400 Ribu, sembakonya juga dapet," katanya, Senin (05/04/2021).

    Sementara itu KPM dari Desa yang sama, Nengsih (29) dan Lena (37) juga mengalami hal serupa, terlebih Ia merasa kecewa dengan Komoditi yang diterima saat ini, karena selama ini dirinya tidak bisa memilih secara langsung Komoditi yang akan diterima karena sudah dipaketkan oleh Agen Penyalur Program Sembako.

    "Saya juga gak pernah nerima struk bukti transaksi, karena gak dikasih ama Agennya, saya juga segan kalo minta struknya," tutur Lena, Senin (05/04/2021).

    Dari Informasi yang dihimpun ternyata para KPM yang ada di Desa Nambo, melakukan Transaksi di Agen Bank Mandiri Ratna Sukohar e-Warong Penyalur Program Sembako. Sebelumnya setiap KKS mereka terisi saldo transaksi selalu dilakukan secara Kolektif, namun untuk bulan ini mereka dihimbau untuk melakukan transaksi secara mandiri ke Agen tersebut. (Red)
    Komentar

    Tampilkan