• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga Broker Berjamur di Program BSP, SE Walikota Jadi Pintu Masuk

    dmin
    , April 19, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KAB. BOGOR, WWB.CO.ID - Diduga saat ini berjamuran Para Perusahaan Broker/Calo Beras di Kota Bogor dalam Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Program Sembako yang biasa di sebut BPNT.

    Pasalnya hal itu, didapati daribeberapa perusahaan pemasok Agen Bank BNI e-Warong penyalur program tersebut tidak memiliki izin edar atas perusahaan yang memasok.

    Perusahaan yang diduga broker tersebut salah satunya adalah PT. Bova Nova Niaga (BNN) dengan izin edarnya atas nama CV. Sinar Tani Emas (STE) dengan nomor KEMTAN RI PD. 32.12-A.1.00-01-00506-12/20 yang didistribusikan oleh PT. Asti Astu Mandiri (AAM).

    Hal tersebut diakui oleh Direktur PT. BNN, Januar. Yang sekaligus Ia membantah sebagai Broker Beras dalam Program BPNT. "Bukan saya bukan broker, saya mah beli," kata Yanuar ditemui di Gudangnya, Jumat (16/04/2021).

    "Saya beli beras ini kepada PT AAM, ia bekerja sama dengan PT. Sinar Tani Emas (STE), PT. STE itu mempunyai izin edar, saya beli itu dari PT. AAM, saya minta beras, terkait bla-blanya' ya' ini kita sesuai pembelian," sambung Yanuar.

    Ini menegaskan bahwa PT. BNN Berasnya bukan lah disediakan langsung oleh Perusahaan tersebut, namun memerlukan proses 2 perusahaan perantara. Tentunya ini menguatkan PT. BNN diduga sebagai broker beras kepada Agen Bank BNI e-Warong Penyalur Program Sembako.

    Hal yang sama juga ditemukan di PT. Inti Prima Karkasindo, yang izin edarnya bukan lah atas nama PT tersebut. Izin edar dengan nomor KEMTAN.RI.PD.32-12-A.1.00-01-00817-03/21 tersebut adalah milik UD. Citra Mulia Pangan (CMP). Hal itu dipertegas dengan lebel yang tercantum di Kemasan beras bermerek Woody.

    Tentunya ini membuktikan bahwa surat edaran Walikota Nomor : 06/1006-dinsos tentang Pelaksanaan Program Sembako Tahun 2021 yang digadang-gadang mampu merapihkan Program, diduga malah menjadi pintu masuk para Oknum Pemasok untuk menyiasati Aturan di Surat Edaran tersebut.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur PT. BNN, Janwar Arifin membantah bahwa pihaknya bertindak sebagai broker Beras di Program Sembako Kota Bogor, terlebih dirinya hanya memasok 14 Agen Bank BNI e-Warong Penyalur yang ada di 4 Kecamatan.

    "Kita itu supplier, kita beli barang di siapa pun, contoh saya beli buah di toko anu, terus berasnya di PT. Astu dengan memasukan dana DP di awal. Kalo Broker itu mereka mendistribusikan tanpa adanya embel-embel uang (Modal) tapi yang mensupport semua mereka, (untuk) mencari selisih dari hal segala komoditi," tuturnya, Senin (19/04/2020).

    (CTR/Red)
    Komentar

    Tampilkan