• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kemendikbud Dorong Candi Borobudur Jadi Cagar Budaya Kelas Dunia

    dmin
    , March 15, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    MAGELANG, WWB.co.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan revitalisasi tata kelola Kawasan Candi Borobudur menjadi kawasan cagar budaya berkelas dunia.

    Hal tersebut disampaikan dalam sesi diskusi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim bersama tim Balai Konservasi Borobudur (BKB), di Magelang, Jawa Tengah, (12/3/21). Seperti dilansir dari halaman resmi kemdikbud.go.id.

    Mendikbud Nadiem dalam diskusi memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan dalam pelindungan candi Borobudur yang berstatus warisan dunia dari UNESCO.

    Semangat tersebut, kata Mendikbud masih harus terus ditingkatkan agar Candi Borobudur betul-betul menjadi cagar budaya kelas dunia. Sejalan dengan pernyataan itu, Mendikbud Nadiem mengungkapkan bahwa untuk mendorong hal tersebut, Kemendikbud akan segera melakukan revitalisasi tata kelola pelindungan, pengembagan serta pemanfaatan Kawasan Candi Borobudur dalam satu manajemen.
     
    Mendikbud menjelaskan, misi yang akan dicapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan salah satunya adalah perlu mengembangkan dan menguatkan narasi hebat Candi Borobudur sesuai dengan Outstanding Universal Value (OUV) dan budaya yang melingkupinya. Dengan harapan Kawasan Candi Borobudur menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara apabila berkunjung ke Indonesia selain dari Bali. "Mari kita jadikan Candi Borobudur sebagai panggung kekayaan budaya dan kebinekaan  Indonesia," tuturnya.
     
    Mengawali sesi tanya jawab, tim Kelompok Kerja Warisan Dunia BKB, Yenni Supandi menyampaikan bahwa pembangunan rencana Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur perlu dilakukan sesuai dengan imbauan UNESCO.
     
    Merespon hal tersebut, Mendikbud Nadiem menjelaskan bahwa dalam pengembangan dan pemanfaatan Kawasan Candi Borobudur kita harus memperhatikan unsur-unsur yang dibutuhkan cagar budaya kelas dunia. "Secara prinsip Kemendikbud mendukung upaya pengembagan, tentu tetap mengacu dan memperhatikan unsur-unsur yang harus dipenuhi sesuai dengan tata cara pelestarian cagar budaya," ujar Mendikbud. 

    Sehingga, kata dia, beberapa pembangunan yang sedang direncanakan perlu didalami dan disempurnakan, agar nilai-nilai yang terkandung di dalam Kawasan Candi Borobudur serta budaya luhur yang melingkupinya dapat kita pertahankan dan lindungi sepanjang masa.
     
    Pada kesempatan yang sama, Koordinator Aspek Pengembangan BKB, Ari Swastikawati menyampaikan di Indonesia belum ada mata kuliah jurusan Pelestarian Cagar Budaya, sehingga menyulitkan pengembangan dan pelindungan cagar budaya.

    Ari berharap untuk di masa mendatang Balai Konservasi Borobudur dapat menjadi pusat konservasi cagar budaya di Indonesia, dan langkah-langkah ke arah tersebut sudah mulai dilakukan dengan menyusun kajiannya.

    Menjawab hal tersebut, Mendikbud mengatakan program Kampus Merdeka dapat mendukung riset ataupun proyek konservasi yang akan dikembangkan dengan melakukan kolaborasi bersama perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah jurusan konservasi ataupun sejenis. Namun, kata dia, definisi konservasi diperluas tidak hanya konservasi fisik seperti bebatuan, akan tetapi juga konservasi budaya secara menyeluruh.
     
    Turut hadir mendampingi Mendikbud Nadiem dalam sesi diskusi yaitu Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Fitra Arda, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Ahmad Mahendra, serta Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati. (****)
    Komentar

    Tampilkan