• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Apakah Ada Motif Lain Dibalik Peristiwa Pembacokan di Pabuaran Kencana Kota Bogor

    dmin
    , March 09, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini
    Foto: istimewa
    Sumber foto: Intim News
    KOTA BOGOR, WWB.co.id - Adanya peristiwa salah satau warga Warung Jambu, Kelurahan Bantar Jati, Kecamatan Tanah Saral, Kota Bogor, meninggal tidak wajar dengan penuh luka disekujur tubuh.

    Ketua Laskar Merah Putih (LMP) mengaku prihatin melihat kondisi saat ini di Kota Bogor. "Sebagai putra bangsa saya merasa turut merasa terpanggil untuk membantu mendorog agar kasus tersebut cepat diselesaikan," kata Zhenzo kepada wartawan, Kamis (04/03/21).

    Hal ini, kata dia, tentunya sebagai bentuk dukungan moril dari Ormas LMP Kota Bogor. Agar, para pelaku bisa tertangkap. "Saya percaya bahwa pihak Kepolisian akan bertindak profesional dalam menangani kasus ini, dan akan menangkap para pelaku secepatnya," ucap Zhenzo.

    Ia menilai dari kornologis kasus tersrbut, berdasarkan adanya permasalahan pribadi. "Kalau saya lihat dalam kornologi dalam kasus ini ada masalah pribadi, sehingga anak ini di undang dengan alasan ulang tahun tapi kemudian ditempat yang di tuju di cekokin minuman dan akhirnya di jeblosin," imbuh Zhenzo.

    Karena, lanjut dia, kalau melihat dari alur cerita keluarga-nya, dalam peristiwa tersebut, kunci motornya hilang, dan taligas motor juga putus. Seperti ada paktor yang disengaja untuk mencelakaa anak tersebut. "Jadi menurut penilaian saya ini adalah unsur pribadi, dijebak untuk di celakakan. Atau bisa juga masuk kedalam kategori pembunuhan berencana, itu dugaan saya," kata Zhenzo.

    "Kita ini adalah bagian dari komponen anak bangsa, kita aktivis, tentunya harus mendukung aparat kepolisian bekerja semaksimal mungkin dan profesional. Namun bila mana hal ini terlalu berlalut tentunya kami akan mengambil sikap untuk lebih di perhatikan," sambungnya.

    Pihaknya memahami bahwa, kasus tersebut bukan pekerjaan mudah, akan tetapi dengan perangkat yang dimiliki Kepolisian tentunya kesulitan itu bisa di permudah. "Kedepan apa bila kasus ini belum juga selesai kami akan meminta waktu dengan Kapolresta untuk melakuan audiensi, untuk sama-sama kita mengungkap kasus ini. Kami tetap menjaga kondusifitas dan akan selalu mengawal serta memberikan info kepada pihak Kepolisian," tuturnya.

    Namun, kata dia, apa bila ada dugana oknum dalam kasus tersebut, pihaknya akan meminta Kepolisian untuk bisa bekerja profesional. Yang salah, ya' harus di hukum. Apapun orangnya, baik itu masyarakat biasa atau oknum sekalipun," tegas Ketua LMP Kota Bogor ini.

    Sementara itu, FR (adik korban) mengatakan, sebelum kejadian naas menimpa korban. Ia dan kakak-nya di undang untuk hadir ke salah satu tempat dimana dirinya dan sowdaranya itu belum pernah datang.

    "Saya bersama kakak (Alm) datang kelokasi yang belum saya kenal atas undangan teman-nya, disana kami diajak unuk minum-minum. Kemudian pindah lokasi, hingga diajak untuk minum lagi," ucapnya.

    Tidak lama kemudian, lanjutnya, datang teman-teman-nya orang yang mengundang Alm, dengan membawa Senjata Tajam (sajam) dan memberikan salah satu sajam itu kepada korban (Alm). "Saya sempat mengambil dan membuang barang tersebut, akan tetapi ia (korban) dipaksa oleh temannya itu untuk memegang sajam kembali," imbuhnya.

    Kemudian, sambungnya, dari salah satu diantara mereka memancing keributan, hingga beberapa saat kemudian datang segerombolan orang dengan menggunakan masker dan upluk membawa sajam. "Teman-teman kakak dan yang lain pada lari, saya juga ikut lari, namun Alm terjatuh hingga dia dibacokin oleh segerombolan orang yang tidak dikenal itu," tuturnya.

    Ketika dirinya hendak menolong korban, lanjut, FR, Ia malah disuruh pulang oleh teman Alm untuk mencari uang terlebih dahulu. "Saat saya mau bawa kakak saya ke Rumah Sakit, kunci motor dan tali gas motor putus. Namun setelah saua sampai mendapat kabar bahwa kakak saya sudah meninggal," paparnya.

    Senada disampaikan RA (orang tua korban), dirinya mengaku telah melaporkan kejadian tersebut dengan Surat Tanda Bukti Lapor No. STBL : LP/61/11/2021/Jabar/Res Bogor Kota/Sektor Tansa.

    Sesuai tanda bukti laopr tersebut, kata dia, pada hari Minggu 21 Februari anaknya sekitar 01: 00 dichating oleh temannya untuk datang ke Cilebut Kabupaten Bogor. "Anak saya bersama adiknya RZ dan temannya Al datang ke Cilebut setelah bertemu mereka ngobrol sampai 03: 40. Wib. Kemudian pindah ke Pabuaran dan mereka ngobrol melakukan hal yang sama di Kampung Tersebut.

    "Kemudian ketika hendak pulang mereka dihadang sekelompok pemuda kampung tersebut, anak saya sempat lari namun terpeleset dan terjatuh, disitulah dia (korban) dihujani senjata tajam hingga mengalami luka disekujur tubuhnya.," tutur RA.

    Menurutnya, dalam keadaan luka berat ketika di bawa ke RS Islam, karena banyak mengeluarkan darah akhirnya korban meninggal dalam perjalanan," imbuh RA.


    Penyidik Polsek Tanah Sareal Tawuran Antar Geng


    Penyidik Polsek Tanah Sereal Candra mengatakan, peristiwa tersebut adalah para pelaku aksi tawuran antara geng dengan geng.

    "Sesuai keterangan yang diperoleh bahwa tejadinya perkara tersebut berawal pada hari Minggu tanggal 21 Februari 2021, sekitar pukul 01.00 Wib, Korban dan adik Rozi serta saksi Alung datang ke lapangan hewan Cilebut berbincang sambil minum-minuman keras jenis ciu," ucap Candra didampingi Kapolsek Tanah Sareal Kompol Indiat Ningtias. Senin, (08/03/21).

    Kemudian, kata dia, mereka pindah ke daerah Pabuaran (tempat nongkrong yang bernama WFC) Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Sesampainya di lokasi WFC (tempat yang di tuju) telah menunggu teman-teman (anak WFC) dan melanjutkan meminum-minuman keras (ciu), tidak lama ada kabar penyerangan ke anak WFC, kemudian anak-anak WFC mengeluarkan kardus yang berisi Senjata Tajam lalu mengambil sajam yang berada di dalam kardus seperti tas raket, kemudian korban dan lainya serta anak WFC berjalan menuju Gerbang Perumahan Bukit Kencana Permai Jln Raya Kencana No 2 RT01/02 Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor untuk menghadang orang yang akan menyerang anak WFC tersebut.

    "Sesampainya di Gerbang Perumahan tersebut terjadilah bentrok atau tawuran yang diduga dari anak Gang Jarum atau anak pabuaran, pada saat terjadinya tawuran korban terjatuh dan dikelilingi oleh para pelaku selanjutnya korban dibacoki oleh pelaku. MR alias GENZO menggunakan Celurit kearah tangan kanan/sikuk korban, pelaku AH menggunakan Golok ke bagian kaki korban, pelaku DW menggunakan Celurit menyabet atau membacokan sekenanya kearah tubuh korban," tuturnya.

    Sementara, lanjutnya, pelaku AR (DPO) membacok korban menggunakan Celurit kena pinggang hingga korban terjatuh dan temannya AC (DPO) membacok korban menggunakan Celurit, mengakibatkan korban RH mengalami luka-luka dan akhirnya meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju RS Islam Kota Bogor.

    "Sementara itu, tiga orang pelaku kini tengah diamankan pihak Polsek Tanah Sareal untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," pungkasnya.(Red/Tim)
    Komentar

    Tampilkan