• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bima Arya: Lurah Harus Paham Siapa Warga yang Masih Miskin, Lapar dan Menganggur

    dmin
    , February 27, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KOTA BOGOR, WWB.co.idKepada Para Lurah saya titip agar betul-betul melayani warga secara maksimal. Lurah harus paham siapa warga yang masih miskin, keluarga mana yang masih lapar dan siapa saja yang menganggur.

    Hal tersebut disamapaikan Wali Kota Bogor Bima Arya saat melantik 338 pejabat di Lingkungan Pemkot Bogor secara daring dan luring, Kamis (26/2/2021). 

    "Dimasa pandemi yang berat, semua yang kita lakukan adalah untuk melayani warga dan memperjuangkan kemanusiaan," sambungnya.

    Menurutnya, memang tidak mungkin bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran hingga nol persen dalam waktu singkat. Namun, kata dia, jajaran Pemkot Bogor harus melakukan ikhtiar maksimal dengan segala keterbatasannya.

    Pesan Untuk Dinsos, Disdik dan BPBD

    Tak hanya kepada lurah, Bima juga memberikan pesan khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan Hanafi, Kepala Dinas Sosial Fahrudin dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daeeah (BPBD) Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas yang baru saja dilantik.

    Bima Arya berharap agar Kadisdik baru bisa terus inovasi dan berkreasi di masa yang tidak mudah karena anak-anak Kota Bogor harus mendapatkan pendidikan yang layak. Begitu juga dengan Kadinsos, Bima meminta agar dipastikan warga mendapatkan haknya dan melakukan pendataan bantuan secara transparan.

    Sedangkan untuk BPBD, Bima meminta jajaran untuk sigap dalam penanggulangan bencana, terlebih di cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. "Pastikan tidak ada yang korupsi dan main-main di BPBD," tegasnya. 

    Menanggapi itu, Kadinsos Kota Bogor Fahrudin mengatakan, ia akan menindaklanjuti program dari kepala dinas terdahulu, mempelajari seluruh data, dan akan memperbaiki jika ada kelemahan-kelemahan terkait data. Ia pun akan segera turun ke masyarakat untuk mendengar langsung keluhan dari masyarakat untuk kemudian akan dibuat sebuah platform atau hotline pengaduan masyarakat.

    "Jadi bagaimana masyarakat yang mempunyai hak mudah menyampaikan keluhan dan Informasi ke Dinsos. Dengan hotline atau aplikasi ini akan membuka komunikasi dan hubungan langsung antara Dinsos dan Masyarakat. Agar masyarakat terlayani dengan baik karena urusan kemanusiaan itu nomor satu," ujar Fahrudin. 

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi mengatakan, secara teknis akan melanjutkan kebijakan kepala dinas sebelumnya. Mengingat konsistensi pola pendidikan, belajar mengajar harus tetap dijalani walaupun dengan cara daring karena kondisi Pandemi tidak boleh ada kerumunan sementara harus disadari membuka sekolah tatap muka rawan terjadi kerumunan.

    "Secara teknis, saya akan berkoordinasi dengan pak Fahmi karena saya akan meneruskan apa yang sudah dan belum dikerjakan, akan mencari formula belajar mengajar darling yang efektif dan berkoordinasi dengan Disdik Provinsi dan Kemendikbud," kata Hanafi.

    Ditempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan, sesuai dengan arahan Wali Kota Bogor untuk BPBD karena bertugas di posisi penanganan bencana diharapkan untuk cepat dan tepat dalam melayani. Apabila ada kejadian bencana personil harus cepat dan tepat sampai di lokasi dan melayani sesuai tanggung jawab BPBD.

    "Semua ASN harus mengedepankan unsur pelayanan dan kemanusiaan. Dan menjadi atensi pimpinan terkait dengan kegiatan ataupun anggaran di BPBD tidak ada korupsi, menghindari hal-hal yang tidak perlu terjadi dan untuk inovasi sambil berjalan hal apa yang bisa dilakukan," pungkasnya. 

    Untuk di ketahui, Pelantikan luring atau offline dilakukan di salah satu titik program benah kampung di Setu Kirey, Jalan Pabuaran Cimanggis, Kelurahan Mekarwangi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (26/2/2021).

    Pejabat yang dilakukan pengangkatan dan alih tugas terdiri dari 4 jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Kepala Dinas / Badan), 48 jabatan fungsional, 286 jabatan Administrator dan jabatan Pengawas. Termasuk di dalamnya 36 lurah.

    Usai pelantikan, Bima Arya kemudian meninjau titik lokasi benah kampung di sekitar Setu Kirey. Tidak itu saja, ia juga membagikan bingkisan untuk warga sekitar yang kurang mampu dan yang sedang isolasi mandiri berupa sembako bantuan dari Korpri Kota Bogor.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah dan perwakilan dari unsur Muspida. (Red)

    (Prokompim)
    Komentar

    Tampilkan