-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Humas RSUD Kota Bogor Bantah Adanya Pasien Tertukar

    dmin
    , January 05, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KOTA BOGOR, WWB.co.id - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor membantah adanya jenazah tertukar dengan berbeda kelamin saat akan dilakukan pemulasraan.

    Kabag Humas RSUD Kota Bogor, Taufik Rahmat mengatakan, awal kejadiannya keluarga terus mendesak agar pihak RSUD Kota Bogor mengizinkan jenazah sang ibu untuk dilihat terakhir kalinya. Dengan alasan, untuk memastikan jenazah yang ada di dalam peti adalah ibunya atau bukan.

    "Namun, setelah saya memberikan edukasi selama 1 (satu) jam kepada pihak keluarga dan mengizinkan untuk melihat jenazah ibunya, alangkah kagetnya keluarga, ternyata jenazah yang berada di dalam peti bukanlah almarhum ibunya," ungkap Taufik, Selasa (05/01/21).

    Ia menegaskan, jenazah tersebut tidak tertukar dengan jenis kelamin yang berbeda, jenis kelaminnya sama cuma memang itu bukan Ibu WWT akan tetapi itu adalah Ibu IC yang sama-sama pasien Covid.

    Pada saat itu, lanjutnya, petugas pemulasaraan yang datang ke ruang perawatan, mengambil jenazah dan membawanya ke ruangan forensik.

    "Hari itu saya tidak tahu apa yang terjadi sehingga petugas pemulasaraan langsung membawa jenazah ke ruangan forensik. Ini yang kemudian menimbulkan dugaan dari pihak keluarga ada jenazah yang tertukar dengan jenazah laki-laki. Padahal itu jenazah perempuan, yakni Ibu IC," terangnya.

    Dalam hal ini pihak RSUD mengakui ada-nya kelalaian dari pihak rumah sakit atau human error. "Akhirnya kami coba perbaiki, kami ikuti tuntutan dari pihak keluarga. Saya dampingi pihak keluarga sampai ke ruangan isolasi batu tulis bagian belakang rumah sakit dengan petugas bagian pemulasaraan dua orang. Kemudian dua petugas pemakaman ini mencari jenazah atas nama Ibu WWT," ungkapnya.

    Selain itu, lanjut Taufik, pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tertukarnya salah satu jenazah pasien Covid-19 dengan jenazah lain yang dialami oleh keluarga, warga Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor itu.

    "Pihak rumah sakit sudah meminta maaf kepada pihak keluarga secara langsung. Bahkan, saya juga mendampingi proses pemakaman dan mendatangi rumah duka serta saya sudah menjelaskan ke pihak keluarga tentang ketidaknyamanan pelayanannya dan meminta maaf atas nama RSUD apabila ada hal-hal yang tidak berkenan," pungkasnya. (Gan)
    Komentar

    Tampilkan