• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hilang Pekerjaan Imbas Pandemi, Saipul Bahri Sukses Buka Kedai Kopi

    dmin
    , January 26, 2021 WIB
    masukkan script iklan disini

    KAB.BOGOR,WWB.co.id - Hilang pekerjaan imbas pandemi, Saipul Bahri (33) kini sukses membuka kedai dan membantu mensejahterakan petani kopi paseban.

    Disela kesibukannya melayani pengunjung, pria yang familiar disebut Kang Epul mau berbagi informasi terkait usaha yang sedang ditekuninya.

    Pemilik dari Warmak-Holik singkatan dari Warung Mak Holik yang berada di lereng perbukitan Paseban, Megamendung, Kec. Megamendung, Bogor. Memiliki visi meng-eksiskan hasil bumi kopi asli daerahnya yaitu Kopi Paseban.

    Epul mengaku, penamaan warmak-holik ini terinspirasi dari nama ibu sendiri yaitu Ibu Holik yang memang sudah duluan membuka warung kecil-kecilan dilokasi tepat disamping kedainya.

    Awal berdiri saat pandemi covid-19 melanda, saat itu ia kehilangan pekerjaannya sebagai sopir orang timur-tengah di daerah puncak – Bogor. Sebelum menekuni usaha kedai kopi ini, ia pun pernah mencoba mengajar menjadi seorang guru SMP namun berhenti karena dirasa tidak cocok menjadi figur seorang guru. Usaha mencari nafkah tak henti ia lakoni demi keluarga. Bersama temannya ia pun mulai mencoba peruntungan membuka kafe hingga menjadi pengurus villa namun semuanya kandas di tengah jalan.

    Menu Andalan Warmak-Holik : Kopi Paseban

    Awalnya, Warmak-Holik hanya kedai/warung biasa yang menyediakan berbagai kopi sachet, mie rebus/goreng instan dan menu kudapan manis lainnya. Suatu waktu ia melihat ibunya membawa satu karung penuh Kopi Paseban yang baru panen dan disitulah terpikir sebuah potensi.

    "Sebenarnya mah sih bukan kafe, warung biasa aja. Tapi banyak juga yang bilang ini mirip kafe soalnya ada menu kopi-kopi nya," ungkap Epul saat ditemui di kedainya, Selasa (26/01/2021).

    Menyadari potensi kopi paseban didaerahnya yang ternyata terdapat aset perkebunan dengan luas mencapai 1 hektar lebih barulah muncu sebuah ide. Ia pun mulai merombak varian menu dan menjadikan olahan berbahan baku kopi 100% asli Paseban sebagai menu andalan.

    Sadar tak memiliki keahlian dalam mengolah kopi namun tak membuat ia berputus asa. Dirinya mulai belajar proses pengolahan dari panen, roasting, menumbuk kopi dengan otodidak hingga meminta teman-temannya untuk menilai rasa kopi buatannya. Dari proses trial and error itu barulah ia menemukan skill dan komposisi yang pas dalam pembuatan kopi siap minum.

    Seiring berjalannya waktu dan sering sharing dengan banyak petani kopi paseban ia mulai bekerjasama dengan salah satu temannya untuk menampung dari para petani hingga memprosesnya menjadi kopi siap konsumsi (roasted bean).

    Dengan semangat ingin memberdayakan potensi yang ada, ia tidak menyediakan olahan kopi dari luar dengan dalih supaya mengangkat eksistensi kopi asli Paseban.

    Selain menjual dalam olahan kopi siap minum di kedainya, ia pun menjual dalam bentuk biji kopi utuh.

    Tercatat, akumulasi konsumsi kopi di kedainya dalam kurun 1 bulan bisa menghabiskan kopi hingga 5 kg lebih atau 10 sampai dengan 25 kg jika ditotal dengan penjualan biji kopi utuh diluar kedai.

    Menyadari target marketnya banyak dari kalangan milenial ia pun menyuguhkan varian menu yang akrab bagi kalangan muda. Seperti nasi goreng, kentang goreng, sosis bakar, roti bakar dan kudapan manis lainnya. Untuk varian menu kopi di kedainya ia mengahdirkan kopi tubruk, v 60, japanes hingga kopi susu dan minuman non kopi lainnya.

    Dengan dibantu rekannya, Wawan (19) mereka bisa melayani pengunjung dengan kapasitas kedai 20 sampai dengan 30 pengunjung. Lokasi kedai yang satu arah dengan wisata Curug Cibulao, Villa-villa dan Kampung Budaya Sunda membuat keuntungan tersendiri bagi mereka. Banyak dari pengunjung yang singgah dan ingin menikmati Kopi Paseban sembari akan ataupun telah berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Jika ingin berkunjung anda bisa mencari dengan bantuan google maps ataupun informasi lengkap terdapat di instagramnya @warmak_holik.

    Satu hal yang akan mencuri perhatian dan cukup nyentil ialah kita akan melihat terpampang tulisan 'Jangan Membawa Minuman Keras' yang menjadi peraturan keras di kedai ini.

    "Gak boleh bawa minuman keras , Narkoba.... bebas tapi sopan. Kopi Paseban bisa terkenal di Bogor hingga nasional adalah harapan yang diingnkannya sebagai bentuk kepedulian terhadap petani didaerah yakni, para petani kopi Paseban.



    Penulis: Rifai Malik/Red
    Komentar

    Tampilkan