• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Perdebatan Sengit Terjadi dalam Pembahasan RTLH di Kelurahan Pasir Jaya

    dmin
    , December 23, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    KOTA BOGOR,WWB.co.id - Perdebatan sengit terjadi dalam pembahasan RTLH antara Lurah Pasir Jaya dengan Kasi Kemas saat rapat berlangsung, di aula Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (22/12/20).

    Kasi Kemes Marya Ningsih mengaku awalnya dirinya merasa tidak dipasilitasi oleh dua orang operator.  "Artinya begini pak, saya merasa tidak di pasilitasi prosedur oleh dua orang operator. Dari bulan Oktober, Nopember, Desember saya sudah memberi tahu kepada operator. "Ini gimana lho operator beritahu Kemas," ucap Marya Ningsih.

    Sementara, kata dia, Jawab operator , ibu pemberkasan saja, nanti saya yang input," ungkap Marya menirukan operator.

    "Tugas saya bukan pemberkasan, saya sebagai Kemas harus punya petugas operator, tupoksi saya bukan untuk memperifikasi pemberkasan dari awal A sampai Z . Keinginan saya itu 1 bendel sudah di perifikasi oleh operator karena itu tugasnya, malah menyuruh saya melakukan pemberkasan," aku Marya.

    Ia mengaku kebingungan harus kemana melakukan pemberkasan. "Saya bingung dong harus kemana.? Saya berfikir harus ke warga ke RT/RW door to door melakukan pemberkasan itu memerlukan waktu cukup lama, sedangkan untuk pelaporan ke Kemas Kota itu tanggal 20/12/20. Saya berpikir berkesimpulan 2 operator kelurahan menolak untuk pemberkasan, kemudian saya berinisiatif mencari operator baru untuk pemberkasan orang miskin, otomatis saya mengambil alih untuk merekrut, dari warga inisiatif warga saya informasikan kepada Kemas Kota  untuk memberikan pelatihan.

    Alhamdulillah dalam satu hari diklat dan sebagainya  sudah terealisasi penginputan. Saya pun mengerti dan tau prosedur, setelah  pemberkasan tidak mungkin dari kelurahan langsung ke Balaikota ke bagian umum dan sudah berniat. Sudah dari operator saya langsung di bawa ke kelurahan. Mungkin salah pengertian mereka (pihak lurah), mungkin pikiran mereka saya membuat sekretariat baru akan membawa pekerjaan pemberkasan ke bagian umum langsung, tidak begitu maksudnya. Saya bermaksud pemberkasan yang dikerjakan oleh operator baru sudah selesai akan saya bawa ke-Kelurahan untuk nanti di perifikasi ulang oleh operator Kelurahan petugas lama.

    Kenapa saya harus mengambil langkah seperti itu, banting stir dengar desas-desus operator kelurahan sudah tidak bisa di percaya lagi, sebab  harus ada unsur kedekatan, memberi uang, yang dekat dengan Lurah dekat dengan operator mereka akan di input , sesuai dengan penemuan saya lihat data base saya shere kesemua group ternyata RW11, 10 tidak ada di data base itu yang masuk BSTT itu temuan Dewan dengan saya.  Dari dasar itu mengapa saya mengambil alih pemberkasan pada orang baru, karena warga sudah tidak percaya penginputan di Kelurahan.

    Harapan ke depan kita harus bersinergi dalam kebersamaan, keterbukaan jangan ada unsur kedekatan, jangan ada unsur ada uang dikerjakan. Saya se-tahun disini sangat prihatin dan miris, saya ingin membuat perubahan yang baik untuk warga yang miskin," tutur Kasi Kemas Marya Ningsih.

    Operator Kelurahan Pasir Jaya Ucok (nama panggilan) mengatakan, "untuk Tahun lalu  2019, saya statusnya sebagai operator tampa SK, saya di suruh nyusun dari Kelurahan dengan pedoman Kemas, itu saya diberitahu kalau tidak salah 120  kuota dari kota, seperti halnya sekarang hannya 95. Kalau saya di suruh infut sebegitu.

    Kalau tugas saya menerima berkas dan menginput, tidak memperifikasi kelapangan. Yang mengajukan dari pihak warga, RT, RW, terus ke Kelurahan. Kalau tidak terinput mungkin berkasnya bukan pada saya atau mungkin orang yang lebih dulu dari  RT/RW yang lain, saya hannya menerima berkas saya input," aku Ucok.

    Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Lurah Pasir Jaya Gurda Siregar engan memberikan tanggapan terkait hal tersebut kepada awak media. (Iwn/Arfp/Gan)
    Komentar

    Tampilkan