-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Nia Rohania Penulis Cianjur Raih Penghargaan Kehormatan Puisi Internasional

    dmin
    , December 03, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    Laporan: Yadi/WWB, Kamis (3/12/2020).

    CIANJUR, WWB.co.id - Nia Rohania (40) seorang penulis warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendapatkan penghargaan kehormatan kontes puisi International.

    Penghargaan tersebut, sebelumnya diikuti sebanyak 200 penulis dari berbagai negara, diantaranya Indonesia, Argentina, India, Cuba, Kolombia, Italia, Brazil, Peru, dan lainnya. Ikut kontes puisi international.

    Kontes dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, tanggal 25 November 2020 itu, diselenggarakan oleh Lembaga Asosiasi Kebudayaan International di Italia (Union Mundial De Poetas Por La Paz Y La Libertad (UMPPL) dan Lisola Felice  Associazione Curtulare, itu mengusung tema "Tidak untuk Kekerasa Gender".

    Nia kontestan asal pituin Cianjur ini mengaku bersyukur, telah memperoleh penghargaan kehormatan lewat puisinya yang berjudul "I Want".

    "Alhamdulillah sangat bahagia dan berbangga hati. Karena akhirnya puisi bisa masuk dan dihargai di tingkat International, suatu pencapaian prestasi yang luar biasa. Ya' buat saya bisa bersanding dengan penulis dunia,"  kata Nia Rohania kepada wwb.co.id, Kamis (3/12/2020).

    Selain itu, lanjut Nia, dirinya juga mendapat penghargaan sebagai penulis puisi yang sama diselenggarakan oleh UMPPL dengan tema "Poet For Palestine", adalah kontes puisi kepedulian terhadap anak-anak korban perang di Palestina. "Puisi yang ditulis saat itu berjudul TEARS (Palestinian children's voices)," imbuhnya.

    Nia, yang aktif sebagai guru di SMK Fauzan Ciranjang dan sebagai advokat, aktif di kegiatan social sebagai Ketua Yayasan Rohania, Ketua di LBH Srikandi Nayantara, serta LBH Suryakancana 92 itu, mengaku mempunyai hobi menulis sejak SMP, dan mulai aktif menulis sejak tahun 2019. Hingga saat ini sudah menerbitkan 12 buku antologi puisi bersama, baik nasional maupun international. Serta satu buku kumpulan puisinya baru saja terbit berjudul "Jiwa Yang Mengangkasa", yang diterbitkan oleh GMBI.

    "Mendapat penghargaan sebagai akademisi berkarya, buku ini bercerita tentang orang-orang dalam gangguan jiwa. insya Allah saya ingin launching buku ini dalam waktu dekat, hasil penjualannya sebagian akan disumbangkan ke yayasan menangani pasien ODGJ. Semoga saja ada yang beli," harapnya.

    Sementara, kata dia, lima buku kumpulan puisi lagi sedang dalam proses, tapi yang mau terbit segera berjudul "Corona Mencekam", buku puisi ini bercerita tentang kehidupan sosial, dalam masa pandemi.

    Berbagai cerita pengalaman kehidupan dalam masa pandemi ini, lanjut Nia, dituangkan dalam bentuk puisi, juga ajakan agar tetap di rumah saja, disipilin protokol kesehatan (Prokes) 3M yaitu dengan (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan). Selalu menggunakan masker dan menjaga kebersihan, ditulis apik dalam buku tersebut.

    Menurutnya, selain dalam bentuk tulisan, juga aktif melakukan kegiatan sosial di masa pandemi ini, lewat yayasan. Dia berbagi dan peduli seperti menyantuni anak yatim, membagikan sembako pada jompo dan tidak mampu, membantu korban kebakaran serta membagikan masker. 

    Menulis adalah cara lain berbagi pada masyarakat, semoga lewat tulisan kita bisa berbagi pengalaman, ilmu, dan memberi motivasi pada orang lain untuk bisa hidup lebih baik dan bermanfaat. Karena sebaiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga," tutur Nia.

    Buku yang sudah Nia terbitkan dianataranya yaitu Antologi Puisi Guru Se Asean dan memperoleh penghargaan MURI sebagai buku Antologi Puisi Guru terbanyak Se Asean 2019, Antologi Puisi Kebangsaan 2019, bersama perkumpulan Rumah Seni Asnur , Antologi puisi Jazirah 2 dalam Festival Puisi International Bintan 2019, AntoIogi puisi Cinta Peneroka 2019, Antologi Puisi Rindu / Ikut lomba 2019, Antologi puisi memories in silence, penerbit Mecca 2020, Antologi pantun nasehat guru Se-Asean 2020, Antologi puisi international dua bahasa  Love in spring"2020, Antologi puisi International, "The cyclone will end"2020, Antologi Puisi Dua Larik " Kata Kita" bersama komunitas Puisi Dua Baris 2020. Antologi puisi sendiri "Jiwa Yang Mengangkasa" 2020, Antologi puisi International " Love in Summer" 2020, Antologi untuk Soepardi 2020, penulis puisi Poet for elimination of women's violence, penulis puisi Poet for Palestine 2020.(**)


    I Want

    I want to be like Siti Khadijah
    Rasulullah's first wife was a soleha
    Got the nickname Attaahirah
    What Allah promised her heaven

    I want to be like Siti Aisyah
    Got the Prophet's first love
    Loyal, honest, sincere and honorable
    Putting women on equal footing with men

    I want to be like RA Kartini
    The author, after the darkness, rises the light
    Hero of female emancipation
    Eradicating women's discrimination

    I want to be like Mary Wollstonecraf
    Author of A Vindication of the Rights of Women
    The world's first emancipation fighter
    Female and male equality fighters

    I want to be like Malala
    Fight for education
    So that women are no longer backward
    Get knowledge, have a bright future

    I want to be like a free woman
    Free to speak
    Free to determine attitude
    Free education
    Free to choose

    Because I, he and they are the same

    Cianjur, 29 Oct '20
    Komentar

    Tampilkan