-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga ada Pranserta Oknum, Progaram BPNT Tak Berjalan Baik di Kota Bogor

    dmin
    , December 26, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    KOTA BOGOR,WWB.co.id - Program Sembako yang sebelumnya disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah berjalan sejak tahun 2017 di Kota Bogor, di mana (program-red) yang jadi andalan Kemanterian Sosial ini ternyata tidak sedang baik-baik saja dalam realisasinya.

    Pasalnya dalam perogram tersebut ada dugaan peran Serta Oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) dalam merekomendasikan Supplier atau Pemasok kepada e-Warong/Agen Bank Himabara BNI, khususnya di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

    Dugaan itu muncul karena ada-nya Pertemuan antara Perusahaan Pemasok PT. Inti Prima Karkasindo, dengan para e-Warong/Agen BNI penyalur Program Sembako di Saung Anis Restaurant Sundanese and Arabian Dishes yang dihadiri dua Orang yang diduga Oknum PPKH pada Selasa (18/12/2020).

    Salah satu e-Warong/Agen BNI di Bogor Selatan menjelaskan bahwa memang awalnya PPKH yang bernama Subhan menawarkan Komoditi PT. Inti Prima Karkasindo kepadanya, sehingga terjadi pertemuan di Saung Anis yang dihadiri Direktur PT. Inti Prima Karkasindo, Davi Nugraha dengan para e-Warong/Agen BNI juga Subhan dan Sukarlan yang juga sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) PPKH.

    Menanggapi hal tersebut Subhan selaku pendamping PPKH membantah dirinya merekomendasikan PT. Inti Prima Karkasindo kepada para e-Warong/Agen BNI penyalur Program Sembako. Ia mengaku hadir dalam pertemuan tersebut hanya untuk menemani e-Warong/Agen BNI.

    "Maaf, klo disitu cuman pertemuan untuk penawaran dari Pemasok, bukan kami, Kami hanya menemani waroeng saja, untuk terima atau tidaknya, kembali ke waroeng-warong, tidak ada pemaksaan," tuturnya saat di Konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/12/2020).

    Subhan menilai bahwa semua pun berhak melakukan rekomendasi, namun tetap keputusan ada di e-Warong, seperti halnya TKSK atau pun Dinas Sosial namun tetap e-Warong yang menentukan. "Silahkan tanya saja ke waroeng, Kalau saya cuman menemani, mau dari pemasok manapun tetap saya temani," katanya dalam Pesan WhatsApp.

    Selain itu Subhan mengatakan bahwa terkait urusan Rekomendasi pemasok itu adalah domain Dinas Sosial, dirinya hanya Memastikan peserta Perogram Keluarga Harapan (PKH) mendapatkan haknya. "Kalau soal Pemasok silahkan ke dinas aja, kami cuman menampung aja soal peserta kami ada saldo atau tidaknya, dapat haknya atau tidaknya," katanya.

    "Kalau penawaran biasanya masuk Dinas dulu, mungkin setelah itu baru si Pemasok menawarkan ke warong-warong," tambahnya melaui Pesan WhatsApp.(Azis/Gan)
    Komentar

    Tampilkan