-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pada K13 Pendidikan Kepramukaan Dapat Diimplenentasikan Dalam KBM

    dmin
    , November 17, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    KAB BOGOR, WWB.co.id - Untuk meningkatkan karakter dalam pembelajaran pada siswa disatuan pendidikan akan lebih mudah diarahkan melalui pendidikan kePramukaan , sebagai wadah ekstrakulikuler yang diwajibkan disatuan pendidikan, sehingga dapat mengarahkan kepribadian maupun karakter siswa yang bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berdisiplin, berani dan bertanggung jawab, yang akan mampu membentengi dirinya menjadi manusia yang berkarakter.

    Perkembangan gerakan pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan penting oleh kaum muda. Akibatnya, pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Pada waktu yang bersamaan dalam tatanan dunia global bangsa dan negara membutuhkan kaum muda yang memiliki rasa cinta tanah air, kepribadian yang kuat dan tangguh, rasa kesetiakawanan sosial, kejujuran, sikap toleransi, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan untuk membela dan membangun bangsa.

    Dengan menyadari permasalahan yang digambarkan di atas, pada peringatan ulang tahun gerakan pramuka 14 Agustus 2006 dicanangkan revitalisasi gerakan pramuka. Momentum revitalisasi gerakan pramuka tersebut dirasakan sangat penting dalam upaya pembangunan kepribadian bangsa yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan non formal di lingkungan ketiga, wajib mengarahkan dan mengatur semua tindakan dan langkahnya seuai dengan tujuan pendidikan khususnya tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka, sehingga usaha tersebut merupakan proses pendidikan yang meningkat dan berkesinambungan.

    Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disusun dengan maksud untuk menghidupkan dan menggerakkan kembali semangat perjuangan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam dan demokratis. Undang-undang ini menjadi dasar hukum bagi semua komponen bangsa dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis dengan semangat Bhineka Tunggal Ika untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Kwarcab Kabupaten Bogor melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Cabang (Pusdiklatcab), menggelar acara bimtek pendidikan kepramukaan selama tiga hari Senin,Selasa dan Rabu (16,17 dan 18/11/2020) di Hotel Pesona Anggraini Jalan Raya Puncak KM 80 Cisarua - Bogor, dikesempatan tersebut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna menyampaikan dalam acara pembukaan acara bimtek, " walaupun dimasa pandemi Covid 19, kegiatan pembinaan Pramuka bagi guru SMP. Yang nantinya akan dapat membentuk karakter regenerasi bangsa" terangnya. Selasa (17/11/2020).

    Selanjutnya dikatakan Kadis ini masalah belajar tatap muka yang sering kali dipertanyaka  baik guru, orang tua wali murid maupun siswa, nanti setelah tanggal 25 November 2020, kita lihat dulu perkembangannya, akan kita coba belajar tatap muka dimasing - masing satuan pendidikan, dan dibagi beberapa sesi dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pungkas Entis Sutisna.

    Dimana dalam kePramukaan ada yang namanya Gerakan Pramuka yaitu Organisasi kePramukaan, ada juga istilah Pramuka yaitu sumber daya manusianya atau orangnya yang menjadi anggota Pramuka itu sendiri, sedangkan KePramukaan yaitu sistem pendidikan yang masuk pada kurikulum 2013 tentang pendidikan kePramukaan yang dimasukan pada setiap materi pembelajaran disekolah.

    Kak Wahyu Ode Sekretaris Pusdiklat Kwarcab Kabupaten Bogor memaparkan "Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka ini mengatur aspek pendidikan kepramukaan, kelembagaan, tugas dan wewenang Pemerintah dan pemerintah daerah, hak dan kewajiban para pemangku kepentingan, serta aspek keuangan gerakan pramuka. Dimana tenaga pendidik diharuskan memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar (KMD), Sedangkan Kepala sekolah harus memiliki sertifikat Kursus Orientasi (KO)". Terangnya.

    Budi Santoso salah satu peserta bimtek dari SMP Al Azhar Sukabudi Cibubur  mengatakan, " Bimbingan Teknis Pendidikan kePramukaan ini menambah pengetahuan kita yang kemudian untuk diterapkan dan dijalankan di satuan pendidikan" paparnya singkat.

    Selain itu, lanjut Kak Wahyu, Dimana dalam sistem penilaian pendidikan kepramukaan cuma ada tiga kategori yaitu KI 1 tentang spiritual, KI 2 tentang sosial dan KI 4 tentang keterampilan. Disini lebih kepada pembinaan materi yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan kepramukaan bagi penggalang disatuan pendidikan masing - masing, sesuai kurikulum 2013. Pungkasnya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan