-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Miris, Jalan Penghubung Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau

    dmin
    , November 21, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    CIANJUR, WWB.co.id - Kondisi akses jalan status milik kabupaten, penghubung tiga desa di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memperihatinkan, kondisi jalan yang berlumpur bak kubangan kerbau.

    Kepala Desa Margasari Ajid membenarkan, jalan merupakan penghubung tiga desa. Hingga kini kondisi rusak seperti kubangan kerbau. Tapi, informasinya sudah masuk kategori jalan provinsi.

    "Jalan yang menyabungkan lintas Desa Cisalak, Karyabakti dan Desa Margasari, Kecamatan Cidaun. Namun, sampai saat ini belum ada pengaspalan atau rabat beton," katanya, Sabtu (21/11/2020).

    Ajid meminta kepada pemerintah Daerah maupun Provinsi agar segera membenahi Infrastruktur jalan yang ada di sini, karena jalan lintas Desa meruopakan akses yang amat setrategis  dalam pencapaian peningkatan perekonomian masyarakat, kalau jalan bagus tak tertutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi semakin baik, namun jika kondisi jalan yang seperti ini, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

    " mau itu jalan kabupaten ataupun provinsi. Intinya yang terpenting minta segera ada pembangunan infrastruktur. Karena, kondisi jalan sudah semakin rusak " tegasnya.

    Selanjutnya dikatakan Kades, sekarang ini musim penghujan, maka sudah semakin parah kondisinya. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.

    "Apalagi sekarang musim hujan, jalan bila dilintasi becek, dan berlumpur ibarat sawah," aku Kades Margasari.

    Masih menurut Ajid, 418  jiwa warga Desa Margasari, sebagain besar atau mayoritas sebagai pedagang. Dan, setiap hari menamapaki melintas jalur sini. Jelas berdampak terhadap ekonomi dan menghambat roda perputaran ekonomi.

    "Khususnya bagi warga sini, dan umumnya warga di dua desa," katanya.

    Ia mengungkapkan, coba bila jalur jalan bagus dan mulus ada pembangunan infrastruktur. Tentunya pertumbuhan ekonomi akan meningkat pesat.

    Masih ujar Ajid berharap, memohon kepada pemerintah baik Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur, provinsi maupun pusat ada perhatian serius sehingga segera ada pengaspalan atau rabat beton.

    "Kalau bisa mengunakan anggran Dana Desa (DD), tentunya ini akan jadi prioritas kami selaku Pemerintah Desa (Pemdes)," paparnya.

    Ajid menambahkan, karena jalan ini sangat penting untuk menopang sumber ekonomi. Baik itu SDM dan SDA. Namun, terbentur dengan aturan undangan-undangan. Sehingga tidak bisa mengunakan DD, untuk memperbaikinya jalan utama. 

    "Ya, mudah-mudahan segera ada perhatian dan menjadi prioritas pemerintah bisa membangun," pungkasnya.

    Terpisah, Didin Permana (30) warga setempat membenarkan, bahkan akses jalan tersebut
    bisa menghubungkan wilayah antar Kecamatan Cidaun dan Naringgul. Tepatnya di Desa Margasari, Cinerang dan Sukamulya.

    "Itu jalan panjang sekitar 20 kilometer, saat ini kondisinya rusak berlumpur. Ibarat sawah yang sudah diteraktor saja kang," ujarnya.

    Sehingga tak heran, ia menyambungkan, banyak warga mengendarai motor maupun mobil terjebak jalan bagaikan kubangan kerbau berlumpur dan licin.  

    "Saat melintas banyak sejumlah kendaraan terjebak oleh lumpur," imbuhnya.

    Sementara, Didin menambahkan, rusaknya jalan penghubung tersebut hampir puluhan tahun. Setiap hari, warga melintas di jalan itu, meskipun kondisinya rusak berlumpur.

    "Harus bagaimana lagi, karena cuman ini akses jalan yang bisa dilewati," tutupnya.(Yad)
    Komentar

    Tampilkan