-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ini Alasan Pjs Bupati Diperiksa Polres Cianjur

    dmin
    , November 30, 2020 WIB

    Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton

    CIANJUR, WWB.co.id - Reskrim Polres Cianjur memanggil dan memeriksa Pjs Bupati Cianjur Dudi Sudrajat Abdurachim untuk meminta keterangan terkait kerumanan unjuk rasa (Unras) buruh minta kenaikan UMK 2021 di depan Pemkab Cianjur.

    "Kita panggil untuk dimintai keterangan, yaitu terkait unras buruh, saat di depan Pemkab Cianjur sebelumnya yang menimbulkan kerumunan massa," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton.

    Pemanggilan tersebut, kata dia, dilakukan untuk menanyakan sejuah mana sampai terjadi. Dan, alasannya kenapa sampai adanya unras. "Karena menimbulkan kerumunan orang, di masa pandemi Covid-19 kini masih belum berkahir. Jadi kita minta keterangannya," ujarnya.

    Anton menjelaskan, pemeriksaan yang ditanyakan pihaknya, yaitu minta penjelasan dan alasan bupati mengenai revisi surat kenaikan UMK 2021 yang katanya dirubah hingga membuat buruh melakukan unjuk rasa.

    "Hanya minta keterangan atau menanyakan soal itu saja, seputar unjuk rasa. Dan, kini masih terus melakukan penyelidikan," jelas Anton.

    Terpisah, Pjs Bupati Cianjur Dudi Sudrajat Abdurachim membenarkan, dirinya dipanggil dan dimintai keterangan hanya sebatas terkait seputar kerumunan massa. Itu saat unras beberapa waktu sebelumnya.

    "Saya diperiksa sekitar tujuh jam, sebelumnya ada pemanggilan, memang betul. Hanya untuk dimintai keterangan soal unras buruh itu," ucapnya.

    Ia menjelaska, sebelumnya sudah melarang dengan tegas. Bahwa pihak Pemkab Cianjur tidak mengizinkan terjadinya unjuk rasa di tengah masa pandemi Covid-19. "Ya, karena menimbulkan kerumunan banyak orang atau massa," imbuh Dudi.

    Pjs Bupati Cianjur menegaskan, sebelum ada tembusan hendak mau unras pihaknya sudah melakukan penolakan.

    Tapi, kata dia, maubagaimana dan tidak bisa apa-apa kan.? Para buruh melalui perwakilan Serikat Pekerja (SP) tetap memaksa mau unras menyampaikan aspirasi. Hingga akhirnya terjadilah unras yang menimbulkan kerumunan banyak orang. Sebetulnya itu di luar kendali," tandasnya. (Yad)
    Komentar

    Tampilkan