-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Selain Leles, Banjir Susul Rendam Rumah Warga Agrabinta Cianjur Lima Desa

    dmin
    , October 03, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini


    CIANJUR, wwb.co.id - Pasca banjir di Kecamatan Leles, kini menyusul terjadi juga di Kecematan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, hari ini masih berlangsung.


    Menrut informasi yang diterima, ada beberapa titik lokasi banjir di beberapa desa diantaranya di Kampung Baru dan Babancong, Desa Mekarsari. Lalu, Kampung Pamempeuk, Desa Bojongkaso, dan Kampung Sukasari, Desa Karangsari, Desa Sukamanah, dan terakhir banjir di Kampung Kubang, Desa Wangunjaya.


    Suhandan (40) warga setempat membenarkan hal tersebut. "Banjir di Kecamatan Agrabinta betul kang.? Itu terkena dampak kurang lebih lima desa. Paling besar itu air meluap rendam rumah warga Desa Sukamanah, dan Kampung Bojong, Desa Mekarsari. Kalau Kampung Baru, itu hampir semua terkena banjir. Air masuk rumah-rumah warga setempat, diperkirakan 70 KK ada," katanya kepada wwb.co.id, Sabtu (3/10/2020) pagi.


    Bahkan, kata dia, ada yang sampai atap rumah kang.? Saat ini, sudah turun sekitar 20 sentimeter , yang paling rentan paling pojok genagan air meluap masuk.Ya, karena kanan kiri pemukiman warga dekat sekitar sungai Cisokan," ujar Suhandan.


    Kepala Desa Sukamanah Aliudin mengatakan, banjir bandang terjadi akibat meluapnya sungai Cisokan, sekitar pukul 22.30 WIB, mengakibatkan terendamnya pemukiman warga Kedusunan Hegarwaas, Desa Sukamanah dan beberapa desa lainnya.

    Banjir di Desa Sukamanah, Kecamatan Agrabinta, masing-masing diantaranya di Kampung Munjul, Cikadu, Pasirturi, Hegarwaas, Kampung Babancong, Kampung Sukamaju, dan terakhir Kampung Lembursawah.


    "Adapun jumlah rumah yang terendam masih di data, keadaan di lokasi sampai pukul 00.26 WIB, cuaca hujan masih tinggi," katanya.


    Terpisah, Camat Agrabinta, Rustandi mengatakan, bila turun hujan lama sekitar tiga hingga empat jam akan mengakibatkan banjir. Karena, banyak beberapa anak kali (sungai kecil) menyatu mengaliri masuk ke sungai Cisokan (Santaja) di kecamatan tersebut.


    "Letak geografis memang dataran rendah, di beberapa desa tersebut. Sehingga menyebabkan banjir masuk ke rumah warga sekitar," uacapnya saat dihubungi langsung melalui sambungan telepon, Sabtu (3/10/2020) pagi.


    Menurutnya, ada beberapa anak sungai masuk ke sungai Cisokan. Hingga menyebabkan banjir, diantara sungai kecil Santaja, Cidema, Citangkolo, sungai kecil (kali) Cireang, sungai kecil Cikadu dan beberapa anak sungai lainnya.


    "Induk sungai Cisokan ketika banjir tersumbat, dan naik turun ke pemukiman warga. Luapan air sungai merendam rumah warga di beberapa desa sekitar lima hingga enam meter ada kang," tandasnya. (Yad)

    Komentar

    Tampilkan