• Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Melirik Pengrajin Bordir Cianjur, Dimasa Pandemi

    dmin
    , October 12, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

     

    CIANJUR, Bidiknusantara.com - Para pengrajin bordir manual di Cianjur kurang perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur, melalui dinas terkait, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

    Saat ini, yang masih tetap bertahan bisa dihitung dengan jari. Khususnya di Cianjur, sedikit ada sekitar 10 orang pengrajin.

    Seperti yang dikatakan oleh seorang pengrajin bordir manual, Yusuf Syaripudin (50) warga Gg.Cikidang Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, ketika disambangi Bidiknusantara.com di tempat usahanya.

    "Terutama yang masih bertahan (produksi) menggunakan mesin manual kang,"  ucap Yusuf, Minggu (11/10/2020).

    Artinya, masih kata Yusuf, butuh bantuan modal. Misalnya melalui program atau bantuan lainnya. Padahal, usaha bordir mesin manual dirintis para pengrajin tersebut, banjir pemasaran atau pesanan hingga ke luar negeri. Seperti, Malaysia, Arab Saudi.

    "Bahkan tembus hingga sampai Belanda, bukan hanya di Cianjur atau Jawa Barat saja," terang Yusuf.

    Pengrajin bordir manual ini berharap, ada program bantuan dari pemerintah setempat atau dinas terkait. Usaha ini dirintis sejak tahun 1991, awalnya dari Tasik. 

    "Kalau pindah ke Cianjur, itu mulai tahun 1995. Buka di rumah bordir pakaian muslim awalnya," ujar Yusuf.

    Padahal, sebetulnya sedikit ada sekitar 10 pengrajin bordir mesin manual. Seperti berlokasi di Ramayana, Joglo, Cikaret, Muka, dan di Wisma Karya (Cikidang). 

    Yusuf menambahkan, harusnya bisa dirangkul atau dilirik, jangan sampai ketika ada program bantuan dari pemerintah kami (para pengrajin bordir), jangankan dapat bantuannya, informasinya aja tidak pernah sampai ke telinga kami. 

    "Ya, minimal ada informasi dan sosialisasi dari pihak dinas terkait, apa lagi sampai ada pembinaan dari mereka, atau ada perhatian pemerintah terhadap keberadaan para pengrajin bordir, Keinginan begitu sih kang," paparnya.

    Sehingga mengetahui jalurnya harus kemana dan seperti apa aturan atau sistemnya, bila hendak mau mengajukan program bantuan.

    Ia mengakui, kalau bordir muslim perkembangan kurang bagus saat ini, lalu pindah mengerjakan produksi berbagai macam bordir. 

    "Sempat pindah-pindah tempat juga usaha. Pernah mencoba di Pasar Induk Cianjur (PIC), tapi sepi," pungkasnya.

    Terpisah, Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Disperindag Kabupaten Cianjur, Nana Rukmana mengatakan, aspirasinya akan ditampung. Silahkan lengkapi dulu datanya, ada berapa pengrajin bordir manual di Cianjur semuanya. Nanti akan disampaikan, lalu berbadan hukum dan lainnnya, tetap prosedural aturan harus ditempuh. 

    "Karena buat laporan, artinya keberadaannya ada," jelasnya.

    Nana menyampaikan, harus resmi dan ada kelompok atau wadah. Sehingga jelas, dan pihaknya bisa memfasilitas secara bertahap.

    "Karena selama ini belum ada catatannya masih belum terdata," terangnya.

    Nanti akan disampaikan, bahkan ini sudah dibahas, bahwa pasar tersebut tidak ada catatan di kedinasannya. 

    "Kalau sudah mengetahui adanya para pengrajin bordir kan jelas, jadi bisa dipertimbangkan," kata Nana.

    Nana memaparkan, itu kan? Karena memang tempat atau lokasi gak resmi juga. Kalau stand apapun terkait masalah apa, ada pengaduan, pihak tidak tahu soal itu. 

    Ditanya soal status atau lokasi PKL di Wisma Karya, Nana menyampaikan, sudah terdata ada sekitar 150, atau kalau tidak lupa sekitar 118 PKL usaha di lokasi tersebut.

    Nana memaparkan, yang berjualan berbagai macam. Pihaknya juga berpikir, mungkin ada yang memfasilitasi. Dirinya juga siapa itu yang memfasilitasi kurang paham, gak mau berkomentar secara detail. 

    Terakhir Nana menambahkan, maksudnya, harus jelas gitu kan? Terus tempatnya resmi. 
    Menurutnya, tidak resmi tempatnya, yang disewakan saat ini," pungkasnya Kabid Disperindag Kabupaten Cianjur ini.

    "Karena hal itu soalnya masalah perut. Nah, sampai saat ini situasi dan kondisinya begitu-begitu saja," tutupnya.(Yad)


    Komentar

    Tampilkan