-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bikin Geger, Adanya Penemuan Beras BPNT Sudah Tercampur Biji Plastik

    dmin
    , September 21, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    CIANJUR- Bikin geger, diduga adanya penemuan beras bantuan pangan non tunai (BPNT) sudah tercampur biji plastik, ditemukan Warga Kampung Citapen, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

    Informasi diterima, beredar dan viralnya informasi tersebut. Kini, pihak
    Kecamatan dan Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, telah turun tangan hingga menelusuri kebenarannya, Senin (21/9/2020).

    Camat Bojongpicung melalui Sekertaris Camat (Sekmat) Selamet Riyadi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya informasi tersebut, yang sudah menyebar luas viral dari media sosial (Medsos). Dan, sudah menelusuri cek ke lokasi. "Akan menindaklanjuti dan mengevaluasi semuanya," katanya.

    Sementara, Yadi alias Kuluk (48) warga setempat membenarkan, adanya penemuan sejumlah biji plastik di beras sudah tercampur. Itu bantuan dari BPNT, sebelumnya telah dibeli di salah satu E-Warong di sini.

    "Saat itu mau dicuci, akan dibersihkan. Setelah diraba pas dilihat ditemukan banyak biji plastik. Merasa khawatir dan cemas juga. Nah, bagimana kalau dikonsumsi," ungkapnya.

    Menurut Kuluk, apalagi beras tersebut sudah menyebar ke warga sebagai PMK. Khawatirnya, terjadi hal lain atau sakit bagaimana, dan siapa yang hendak mau bertanggung jawab. Kemudian, supaya ditindak lanjuti, kan ini mungkin ada sumbernya.

    "Harus betul-betul ada pengawasan lebih ketat lagi, mengenai program BPNT. Bukan hanya beras saja," pinta dia mewakili warga setempat, saat dihubungi langsung via WhatsApp (WA) pagi.

    Terpisah, Herman Suherman (50) salah satu aktivis Cianjur mengatakan, kalau memang itu benar adanya, distributor dan E-Warong siapa? Dan, termasuk penyelenggara yaitu dinas terkait, dalam kontek pengawasan barang yang didistribusikan ke warga tidak mampu.

    "Kalau kejadiannya betul begitu, bahaya juga. Jangan sampai ada korban jiwa atau kontek lain kepada keluarga penerima manfaat (KPM)," ucapnya.(Yad)
    Komentar

    Tampilkan