-->
  • Jelajahi

    Copyright © wwb.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    FKS Jawa-Barat, Kementrian Koperasi, Serta UMKM Selenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kwalitas SDM

    dmin
    , July 30, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini
    Kota Bogor – Forum Kewirausahaan Sosial atau disingkat FKS Jawa Barat bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyelenggarakan pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kwalitas SDM UMKM di Bumi Katulampa selama 3 hari, Kamis (30/7/2020). 

    Dalam pelatihan tersebut di bagi 2 kelas satu kelas terdiri dari 30 orang di bidang kewirausahaan bagi masyarakat Perkebunan Pertanian dan peternakan Perikanan dan satu kelas lagi di bidang Vocasional berbasis Potensi Lokal Bidang Pengolahan Pangan.  

    Ketua FKS Jawa Barat W. Hidayat Tambri yang juga sebagai Ketua Penyelenggara mengatakan, tujuan di adakan pelatihan ini adalah untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah dalam meningkatkan kapasitas dan kwalitas usahanya. 

    ”Kami bekerja sama dengan Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah menyelenggarakan pelatihan untuk pelaku usaha kecil dan menengah agar ada peningkatan kapasitas dan kwalitas produksi dan pengembangan pasar serta membangun konektivitas pasar dan jaringan pemerintahan” ungkap Hidayat. 

    Peserta pelatihan berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. ” Untuk peserta pelatihan kali ini kami mengundang 60 pelaku usaha dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dari berbagai bidang usaha. Kami mencoba menjadi jembatan bagi para pelaku usaha dengan pemerintah dan jaringan – jaringan permodalan serta pasar,” terang Hidayat. 

    Salah satu narasumber dari IPB, Dr. Soni Trison S. dikesempatannya menyampaikan tentang Kehutanan Sosial. Soni mengungkapkan potensi Kehutanan Sosial sangat luar biasa. 

    ” Konsep Kehutanan Sosial ternyata mampu meningkatkan produktifitas dan pemberdayaan masyarakat. Hingga hari ini data yang kami dapatkan ada 6. 940 Kelompok Usaha perhutanan Sosial, dan kelompok tani tersebut terbagi dalam berbagai komoditas bidang diantaranya, Agroforestry 28,8%, Buah – buahan 12, 9%, Wisata Alam 10,5%, Kayu – kayuan 9,3%, Kopi 7,3%, Tanaman Pangan 6,8%, Madu 3,5%, Aren 3%, Kayu Putih 0,6% dan Rempah – rempah 17,3%,” papar Sony. 

    Salah satu peserta pelatihan asal Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Dwi, mengungkapkan, merasa terbuka wawasannya setelah mengikuti pelatihan. ” Dari sini, saya banyak bertemu pelaku – pelaku usaha lain. Kami bisa berdiskusi tentang permasalahn, potensi komodity, Pasar hingga jaringan – jaringan lain yang berhubungan dengan produksi dan pasar usaha kami. 

    Selain itu paparan dari narasumber juga membuka motivasi kami dalam mengembangkan usaha kami, karena selama ini kan saya hanya berkutat dengan produksi dan pasar. Nah disinilah kami termotivasi dalam pengembangan inovasi produksi, pengemasan hingga segmen pasar,” ujar Dwi yang mempunyai usaha produksi Kripik Singkong dan Pisang Kepok. (Cj/Fr/Gnd – Red)




    Komentar

    Tampilkan